Tak Percaya Diri, PKS Kini Tidak Ingin Sendiri Jadi Oposisi

Selasa, 22 Oktober 2019 19:34 Reporter : Merdeka
Tak Percaya Diri, PKS Kini Tidak Ingin Sendiri Jadi Oposisi Kampanye PKS. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa tidak percaya diri saat rekan koalisinya di Pilpres 2019, Gerindra sudah mendapat jatah kursi menteri di kabinet Jokowi. Hal itu disampaikan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.

"Kalau hitung-hitungan matematis PKS tidak percaya diri. Tetapi kan ini politik yang tidak matematis," ujar Mardani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/10).

Mardani berharap ada keseimbangan kekuatan antara oposisi dan pendukung pemerintah. PKS kini mengaku tidak ingin berdiri sendiri sebagai kritikus pemerintah dalam menjalankan proses check and balances.

"PKS tetap berharap tidak sendirian dalam oposisi, tetapi kalaupun harus memerankan itu kami akan membuka komunikasi dan Sinergi dengan teman-teman Civil Society, mahasiswa dan pelajar," ucapnya.

Mardani khawatir potensi terjadi kemunduran demokrasi bila koalisi yang dibangun pemerintah terlalu gemuk. Kekhawatirannya, koalisi gemuk bisa berimbas pada peluang munculnya kekuatan yang cenderung bersikap korup.

"Jadi seperti apa bangsa ini ketika keseimbangan politik tidak ada? padahal ada keputusan fundamental akan diambil," kata Mardani.

Mardani juga cemas tidak ada lagi adu argumentasi dan gagasan antara partai koalisi dan oposisi. Menurutnya, ini menjadi semacam sinyal kemunduran demokrasi.

"Kalau itu yang terjadi demokrasi kita bisa mundur, mungkin malah seperti sebelum era reformasi, kita khawatirkan itu," ucapnya.

Sebelumnya,Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengaku tidak takut jika akhirnya PKS menjadi oposisi seorang diri. Dia menanggapi kemungkinan Gerindra dan Demokrat bakal merapat ke pemerintah.

"Kami tidak pernah takut. Karena kami yakin. Kalau memang PAN keputusannya ada berada di luar kabinet berarti bersama PKS jangankan dengan PAN, sendirian saja berani," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/10).

Hidayat mengatakan, hal tersebut demi check and balance dalam demokrasi. Sendiri pun, PKS mengatakan oposisi bukan soal jumlah, melainkan kualitas. Hidayat mencontohkan bagaimana PDI Perjuangan menjadi oposisi yang keras mengkritik pemerintah pada periode 2015-2019.

"Bukan ukurannya adalah sedikit atau banyak tetapi kualitas. Dan sebagaimana yang terlihat pada waktu periode 2015-2019 PDIP kadang-kadang kencang juga mengkritik pemerintah," ujar Hidayat.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini