Survei SMRC sebut elektabilitas Jokowi menguat jika Pilpres hanya dua paslon

Selasa, 2 Januari 2018 17:26 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Survei SMRC sebut elektabilitas Jokowi menguat jika Pilpres hanya dua paslon Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Joko Widodo adalah kandidat yang paling diunggulkan menjadi Presiden jika Pemilihan Umum (Pemilu) digelar saat ini. Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan mengatakan, elektabilitas Jokowi saat pertanyaan diajukan secara spontan sebesar 38,9 persen.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan 10,5 persen. Disusul Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan 1,4 persen. Elektabilitas Jokowi terus menguat dari kandidat-kandidat lain sebesar 53 persen jika pertanyaan dilakukan dengan semi terbuka.

"Survei Desember ini menunjukkan jumlah warga yang menyatakan akan memilih Jokowi sebagai Presiden berdasarkan pertanyaan semi terbuka (kepada responden ditampilkan daftar lebih dari 30 nama capres), mencapai 53 persen," kata Djayadi di Kantor SMRC, Jalan Cisadane Nomor 8, Menteng, Jakarta, Selasa (2/1).

Sementara di posisi kedua ditempati oleh Prabowo dengan 18,5 persen, dan SBY di posisi ketiga dengan 2,6 persen. Di bawah Prabowo dan SBY, berturut-turut ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 1,7 persen, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dengan 1,3 persen.

Kemudian, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan 1,2 persen, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wali kota Bandung Ridwan Kamil dengan 0,9 persen.

Djayadi memaparkan, pihaknya juga membuat simulasi elektabilitas dari 3 nama capres yakni Jokowi, Prabowo dan Anies. Lagi-lagi, Jokowi mengungguli Prabowo dan Anies dengan angka 61,4 persen. Prabowo mengantongi suara 25,7 persen dan Anies 3,9 persen pada Desember 2017.

Kemudian, SMRC membuat simulasi 2 nama capres, Jokowi dan Prabowo. Hasilnya Jokowi tak terkalahkan dari Prabowo dengan 64,1 persen. Prabowo berada di angka 27 persen.

"Ketika responden dihadapkan dengan hanya dua pilihan, suara Jokowi justru semakin menguat," ujar Djayadi.

Diketahui, survei SMRC ini dilakukan pada 7-13 Desember 2017 dengan melibatkan 1.220 responden. Metode survei yang dipakai adalah multistage random sampling dengan margin of errornya 3,1 persen. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini