Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei LSI: Cak Imin cawapres muslim elektabilitas tertinggi

Survei LSI: Cak Imin cawapres muslim elektabilitas tertinggi Muhaimin Iskandar. ©2017 Merdeka.com/Rendi Perdana

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2019. Hasil survei LSI memunculkan nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin pendapatkan persentase tertinggi sebagai calon wapres terkuat dari kalangan muslim.

"Jadi ‎memang Cak Imin berada di tingkat pertama," kata Peneliti LSI Taufik Febri, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1).

Cak Imin mendapatkan persentase suara sebesar 14,9 persen. Lebih tinggi dari empat calon lainnya yakni Ketum PAN Zulkifli Hasan dengan 3,8 persen, Ketua DPD Demokrat yang saat ini menjabat Gubernur NTB TGB M Zainul Majdi 2,2 persen, Presiden PKS Sohibul Iman 1,9 persen, dan Ketum PPP Romahurmuzy 1,1 persen. Sementara 76,1 persen responden menjawab tidak tahu, tidak jawab, rahasia, atau belum memutuskan.

Taufik juga mengungkapkan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh para calon wakil presiden. Mulai dari muda, openmindid, hingga disukai rakyat.

Di tempat yang sama, menurut Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, dari 76,1 persen yang belum menentukan pilihan itu, bila Cak Imin giat bersosialisasi maka akan mudah mengalahkan lawannya seperti Zulkifli Hasan.

"Kalau ada sisa 70 persen kalau Pak Cak Imin kerja dari sekarang seperti Zul, punya potensi mengalahkan Zul," ucapnya.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling denganJumlah responden awal sebesar 1.200. Survei dilakukan sejak 20 hingga 31 Desember 2017. Teknik survei melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner dengan tingkat kesalahan (margin of error) kurang lebih 2,8 persen.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP