Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei Indikator: Prabowo Mulai Salip Ganjar, Tren Anies Masih Turun

Survei Indikator: Prabowo Mulai Salip Ganjar, Tren Anies Masih Turun Ganjar Prabowo Anies. ©2023 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei elektabilitas calon Presiden di Pilpres 2024. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berhasil menyalip Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Indikator Politik Indonesia membuat skema 19 nama bakal capres. Survei melibatkan 1.230 responden selama periode 26-30 Mei 2023 dengan metode random digit dialing (RDD). Margin of error +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei itu, Prabowo meraih elektabilitas sebesar 25,3% disusul Ganjar Pranowo dengan 25,2%. Posisi ketiga ditempati Anies Baswedan sebesar 12,5% diikuti nama lain seperti Erick Thohir 5,0%, Ridwan Kamil 4,9%, dan Mahfud MD 2,8%.

Berita lengkap mengenai Ganjar Pranowo bisa diakses di Liputan6.com

"Meskipun Pak Prabowo unggul tapis masih ada margin of error, Pak Ganjar dulu unggul sekitar 4 persen, sekarang ada tren Pak Prabowo mulai nyalip Ganjar. Meskipun selisihnya hanya 0,1% meskipun tidak signifikan secara statistik," sebutnya.

"Kemudian Anies Baswedan 12,5% dan Erick dengan Ridwan kali tipis juga bedanya tidak signifikan demikian juga nama-nama di bawahnya," tambah dia.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat tren elektabilitas Prabowo meningkat. Salah satunya, sempat turunya elektabilitas Ganjar saat menolak kedatangan Timnas Israel yang menjadi faktor batalnya Piala Dunia U-22 di Indonesia.

"Trennya (Ganjar) sempat turun kemudian rebon setelah Bu Mega mendeklarasikan 21 April sebagai capres. Tetapi tren reborn itu agak sedikit turun di survei Mei 2023, sementara Pak Prabowo trendnya masih positif," ucapnya.

Faktor lainnya, lanjut Burhanuddin, adanya tren kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meningkat. Hal itu turut membuat suara elektabilitas Anies semakin turun, karena dianggap sebagai antitesis dari Presiden Jokowi.

"Mas Anies trennya masih turun, bersamaan dengan tren approval rating Pak Jokowi. Tapi juga bersamaan dengan peningkatan suara Pak Prabowo," ujarnya.

Penurunan Anies dimanfaatkan dengan baik oleh tim Prabowo untuk mengembalikan kantong-kantong dukungan masyarakat yang sempat lari ke Anies seperti di wilayah Jawa Barat dan Banten.

"Jadi Mas Anies ini mengalami dua tekanan sekaligus pertama rating Approval Jokowi tertekan. Karena diframing sebagai capres yang menawarkan antitesa. Sehingga ketika approval Presiden Jokowi naik, makin sedikit pemilih yang memilih narasi perubahan," bebernya.

"Tapi ada juga penjelasan lain yaitu bersamaan ketika tim Andre Rosiade semakin aktif bekerja dan itu membalikkan basis-basis lama yang sebelumnya sempat ke Anies Baswedan. Belakangan balik lagi ke Prabowo Subianto," tambah dia.

Berikut hasil survei elektabilitas 19 tokoh yang masuk dalam daftar Capres:

-Prabowo Subianto 25,3%-Ganjar Pranowo 25,2%-Anies Baswedan 12,5%-Erick Thohir 5,0%-Ridwan Kamil 4,9%-M. Mahfud MD 2,8%-Susi Pujiastuti 2,2%-Agus Harimurti Yudhoyono 1,9%-Sandiaga Salahuddin Uno 1,1%-Khofifah Indar Parawansa 0,9%-Puan Maharani 0,7%-Sri Mulyani Indrawati 0,7%-Airlangga Hartarto 0,5%-Tri Rismaharini 0,4%-Gatot Nurmantyo 0,4%-Bambang Soesatyo 0,2%-Zulkifli Hasan 0,1%-Muhaimin Iskandar 0,1%-Bahlil Lahadalia 0,0%-Lainnya 1,7%-TT/ 13,3%

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP