Survei CEPP Fisip USU soal Pilgub Sumut, Eramas unggul jauh dari Djoss

Rabu, 13 Juni 2018 15:47 Reporter : Yan Muhardiansyah
Pengundian nomor urut Pilgub Sumut. ©2018 Merdeka.com/Yan M

Merdeka.com - Center for Election and Political Party (CEPP) Fisip Universitas Sumatera Utara (USU) melansir hasil surveinya terkait Pilgub Sumut. Pasangan nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), dinyatakan unggul jauh dari pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss).

"Jika Pilgub Sumut dilaksanakan akhir Mei hingga awal Juni ini, maka Eramas unggul 53,1 persen, sedangkan Djoss 35,7 persen dan yang belum menentukan pilihan 11,2 persen," kata peneliti CEPP Fisip USU, Akhyar Anshori pada diskusi yang bertajuk 'Membaca Peta Pilgubsu 2018' di Pulau Biru Coffee, Medan, Rabu (13/9).

Dia memaparkan, Eramas menang di 18 kabupaten/kota, terdiri dari, Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Padang Sidimpuan, Tanjung Balai, Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas. Sementara Djoss unggul di 15 Kabupaten/Kota, terdiri dari Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Nias Induk, Gunung Sitoli, Pematang Siantar, Tapanuli Tengah, dan Sibolga.

Dari sisi kemantapan pilihan, 48,2 persen responden yang mendukung Eramas, dan 31,8 persen pendukung Djoss menyatakan pilihannya sudah mantap sampai pada hari H Pilgub Sumut 2018 pada 27 Juni 2018 nanti. "Jika data ini tidak mengalami perubahan signifikan, Eramas diprediksi menang melawan Djoss pada Pilgub Sumut 2018," sebut Akhyar.

Survei CEPP Fisip USU dilaksanakan pada 27 Mei 2018-6 Juni 2018. Jajak pendapat dilakukan terhadap 800 responden yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut. "Metode yang digunakan adalah multistage random dengan sampling error lebih kurang 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen," ucap Akhyar.

Pengumpulan data survei dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner.

"Dalam rangka menjaga uji kualitas dan validitas, maka dilakukan cek ulang terhadap sebesar 20 persen atau sekitar 160 orang responden dari total sampel," jelas Akhyar.

Hasil survei ini hanya sehari setelah Indo Barometer menyampaikan hasil surveinya. Berbeda dengan CEPP Fisip USU, lembaga ini justru sedikit mengungulkan pasangan Djoss dengan 37,8 persen, sementara Eramas hanya 36,9 persen. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini