KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Soal koalisi Pilgub Jabar, PDIP sebut belum tentu seperti di DKI

Jumat, 21 April 2017 16:26 Reporter : Wilfridus Setu Embu
hendrawan supratikno. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Politisi PDIP, Hendrawan Pratikno mengatakan bahwa koalisi partai yang terjadi di suatu daerah, belum tentu otomatis terjadi secara sama persis di daerah yang lain.

Atas dasar itulah, ia mengungkapkan bahwa model koalisi yang terbentuk dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, tidak secara serta merta menjadi model koalisi di daerah lain, dalam hal ini Jawa Barat dan Jawa Timur di Pilkada 2018.

"Biasanya, ini pengalaman masa lalu, cair. Misalnya, di dapil saya koalisi dengan Gerindra. Di tempat lain koalisi dengan yang lain," ungkapnya di Kompleks Parlemen, (21/4).

Dia pun menambahkan, koalisi yang dibentuk memiliki banyak faktor dan latar belakang. Salah satunya adalah adanya hubungan antara kader satu partai dengan partai lain.

"Karena ada tingkat hubungan antar manusia. hubungan struktural, fungsional, dan personal. Jadi ini mempengaruhi jaringan-jaringan koalisi di daerah," tutupnya.

Seperti diketahui, dalam Pilgub DKI 2017, PDIP mengusung Ahok- Djarot dengan berkoalisi bersama NasDem, Hanura, Golkar, PPP dan PKB. Sementara di Pilgub Jabar 2018, baru NasDem yang menyatakan akan mengusung Ridwan Kamil jadi cagub Jabar. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.