SBY minta maaf pada Jokowi soal cuitan Andi Arief di media sosial

Jumat, 28 September 2018 19:49 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
SBY minta maaf pada Jokowi soal cuitan Andi Arief di media sosial SBY pidato di Peringatan HUT ke-17 Partai Demokrat. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo akibat cuitan Wasekjen Andi Arief. Permintaan maaf itu disampaikan SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono.

"Saya minta maaf kpd Presiden Jokowi & Jaksa Agung atas "tweet" Bung Andi Arief (AA), kader Demokrat, yg terlalu keras. Pernyataan spontan AA tsb mungkin berlebihan & membuat tak nyaman Pak Jokowi & Pak Prasetyo," tulis SBY seperti dikutip merdeka.com, Jumat (28/9).

SBY menjelaskan bahwa cuitan Andi Arief mewakili perasaan jutaan kader Demokrat yang tidak terima partai dan pemimpinnya dilecehkan oleh Partai Nasdem. Sebab, hengkangnya Ketua DPD PD Sulawesi Utara Vicky Lumentut menjadi kader Nasdem secara demonstratif sangat melukai Demokrat.

Namun SBY menyadari persoalan ini tidak berkaitan dengan Jokowi ataupun Jaksa Agung. SBY yakin Jokowi menginginkan Pemilihan Umum yang damai.

"Meskipun saya yakin Pak Jokowi tidak tahu-menahu, beliau pasti bisa rasakan perasaan kader Demokrat. Semoga dapat dipetik hikmahnya," ucapnya.

Permohonan maaf SBY menyikapi cuitan Andi Arief yang dinilai menyerang Jokowi dan Jaksa Agung. Cuitannya berkaitan dengan hengkangnya Ketua DPD PD Sulawesi Utara Vicky Lumentut menjadi kader Nasdem.

Wali Kota Manado ini tiba-tiba memakai jaket NasDem. Rupanya, diam-diam ketua DPD Demokrat Manado itu memutuskan pindah ke Partai NasDem. Dua hari lalu, sebelum terjadinya peristiwa ini, Demokrat telah mendengar adanya permasalahan hukum yang terkait dengan Vicky. Demokrat mendapatkan informasi bahwa Vicky mendapatkan panggilan pertama dari Kejaksaan Agung RI pada 24 Agustus lalu.

Kemudian, Vicky kembali mendapatkan panggilan kedua dari Kejaksaan Agung tanggal 24 September dan diagendakan akan diperiksa kembali pada 2Oktober sebagai saksi. Vicky terlibat dalam tindak pidana korupsi bantuan penanganan banjir di Manado tahun 2014.

"Jokowi ini tahu apa pura2 gak tahu atau malah terlibat dalam urusan abuse of power jaksa agung yang menjadi ketua DPD Nasdem propinsi kejaksaan?," kata Andi Arief melalui akun twitternya @AndiArief_.

Dalam ciutannya, Andi Arief juga menyinggung soal ganti Presiden. Dia menuding Kejaksaan mempolitisasi kasus hukum.

"Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal jaksa agung jadi alat politik Nasdem, saya menyerukan #2018gantipresiden. Kejaksaan jadi alat politik Nasdem, lebih baik #2018gantipresiden dan pemilu dipercepat," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini