SBY: Demokrasi Tak Harus Diselesaikan dengan Sistem One Person One Vote

Senin, 9 September 2019 20:26 Reporter : Nur Habibie
SBY: Demokrasi Tak Harus Diselesaikan dengan Sistem One Person One Vote SBY Gelar Tahlilan 100 Hari Ibu Ani. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung soal harapan terhadap kehidupan perpolitikan Indonesia ke depan. Dia ingin proses demokrasi mencari pemimpin atau wakil rakyat tidak selalu diputuskan dengan sistem satu orang, satu suara.

"Demokrasi tak harus selalu diwarnai dan diselesaikan dengan sistem one person, one vote. Tapi juga ada semangat lain. Kompromi dan konsensus yang adil dan membangun bukanlah jalan dan cara yang buruk," kata SBY di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9).

Dia juga menyoroti fenomena pemenang pemilu bisa mengambil kekuasaan. Menurutnya, kondisi ini tidak relevan dengan semangat kekeluargaan dan karakteristik masyarakat yang majemuk.

"Prinsip 'the winner take all' yang ekstrim seringkali tidak cocok dengan semangat kekeluargaan dan keterwakilan bagi masyarakat dan bangsa yang majemuk," ujar dia.

Presiden ke-6 RI berharap perpolitikan ke depan bisa menjadi politik yang baik bagi bangsa yang majemuk seperti Indonesia. Dia berharap perpolitikan di Indonesia makin guyub dan teduh.

"Esensinya, ke depan, politik kita harus makin menjadi politik yang baik bagi bangsa yang majemuk," tandas SBY. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini