Analisis SMRC: Dedi Mulyadi Paling Banyak Didukung, Tapi Belum Tentu Maju Capres

SMRC menyebut Dedi Mulyadi paling dipilih 35,5% dalam simulasi 24 nama. Namun peluangnya maju capres 2029 dinilai terbatas.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Analisis SMRC: Dedi Mulyadi Paling Banyak Didukung, Tapi Belum Tentu Maju Capres
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ajak buruh makan bareng usai demo (Liputan6.com / Abramena)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi semi terbuka yang melibatkan 24 nama calon presiden.

Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Dedi memperoleh dukungan 35,5 persen responden.

Dalam survei tersebut, responden diminta memilih presiden jika pemilihan digelar saat ini dari 24 nama tokoh yang disodorkan. Hasilnya, Dedi mengungguli sejumlah tokoh politik, termasuk Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Simulasi semi terbuka (24 nama), Dedi Mulyadi meraih dukungan paling tinggi 35,5%," kata Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Meski mencatat elektabilitas tertinggi dalam simulasi tersebut, peluang Dedi untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 dinilai menghadapi tantangan politik.

Salah satu faktornya adalah posisi Dedi sebagai kader Partai Gerindra, yang juga menaungi Prabowo Subianto.

Menurut Deni, Gerindra berpeluang kembali mengusung Prabowo untuk periode kedua pada Pilpres 2029. Kondisi tersebut dinilai dapat mempersempit peluang Dedi untuk maju sebagai calon presiden dari partai yang sama.

"KDM belum tentu maju sebagai calon presiden karena sejumlah alasan, misalnya karena dia adalah anggota Partai Gerindra yang sama dengan Prabowo," ujar Deni.

Setelah mengeluarkan nama Dedi dari simulasi, SMRC kemudian menguji persaingan tiga tokoh, yakni Gibran Rakabuming Raka, AHY, dan Prabowo Subianto. Namun, hasil simulasi lanjutan tersebut tidak tercantum dalam data yang disampaikan.

Metodologi Survei

Survei SMRC bertajuk "Efek Tahu Gibran dan AHY pada Elektabilitas Mereka" dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026.

Populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Populasi dibagi menjadi dua subpopulasi. Pada kelompok pemilik handphone, dipilih 1.013 responden secara acak menggunakan metode double sampling dan diwawancarai melalui telepon.

Pada kelompok yang tidak memiliki handphone, dipilih 200 responden secara acak dengan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka.

Secara keseluruhan ada 1.213 responden yang diwawancarai. Margin of error survei diperkirakan ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Rekomendasi