Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjuk Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Totok Lusida, sebagai menjadi Ketua Dewan Pakar. Penunjukan Totok sebagai Ketua Dewan Pakar setelah bos properti itu ditandai dengan pemakaian jaket PSI kepada Totok.
"Saya meyakini PSI adalah rumah yang cocok untuk saya, untuk berjuang menegakkan toleransi dan menjaga solidaritas," kata Totok di Basecamp DPP PSI dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/10).
Selain itu, Totok menegaskan, Indonesia mustahil menjadi negara besar dan maju tanpa keringat kita. Maka semua elemen bangsa harus berkontribusi.
"Di PSI, saya akan berkolaborasi untuk juga membangun perekonomian bangsa, termasuk bersama para milenial. Kita tidak bisa berdiam diri dan main aman, harus terlibat," kata Totok.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie mengatakan, PSI sangat bersyukur dengan bergabungnya Totok. Bergabungnya Totok menurut Grace, menjadi suntikan vitamin super bagi PSI.
"Kami punya keresahan yang sama. Ada tantangan riil di depan. Tren intoleransi meningkat. Pemilu 2024 akan menjadi pertaruhan, makin inklusif atau intoleransi makin menguat. Dengan bergabungnya Bro Totok ini, kita seperti mendapat suntikan vitamin super," ujar Grace.
Advertisement
Energi Baru Bagi PSI
Sementara itu, Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha menyatakan bergabungnya Totok adalah energi baru yang akan membuat PSI bisa berlari lebih kencang. Konsepnya harus memperhitungkan gerak dan mobilitas serta harus ramah lingkungan dan net zero emission.
"Kita akan berjuang bersama di PSI. Semakin senang karena Bro Totok sudah tahu yang akan dilakukan. Salah satunya, sebagai Ketua Umum REI, kita akan merumuskan jawaban atas kebutuhan anak muda terkait perumahan," kata Giring.
Salah seorang sahabat Totok, Sulis, bersaksi bahwa Totok adalah sosok yang sangat aktif. Menurut dia, Totok resah jika tidak berbuat.
Totok saat ini menjadi komisaris di beberapa perusahaan properti. Pada 2019, Totok terpilih menjadi Ketua Umum REI.
"Aktif banget di organisasi, berjiwa sosial tinggi. Di masa pandemi, banyak sekali menyumbang untuk warga terdampak. Tapi gak pernah koar-koar. Orang benar harus berkontribusi. Orang benar yang tidak berkontribusi akan menjadi tidak benar," kata Sulis.