Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengungkap alasan poros koalisinya bersama Demokrat dan PKS tak kunjung deklarasi. Dia menyebut ada sejumlah faktor.
Salah satunya, masih belum ada kesepakatan untuk calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung.
"Ada faktor capres ada faktor cawapres, ada faktor platform, ada faktor momentum, ada banyak faktor. Ini kemudian terus dimatangkan," ujar Willy kepada wartawan, dikutip Kamis (29/9).
Advertisement
Adapun progres komunikasi NasDem dengan Demokrat dan PKS masih 80 persen. Willy bilang akan saatnya Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengumumkan ke publik bila sudah ada kesepakatan.
"Ya progresnya ada, tapi kita lihat sejauh apa ini nanti kita tunggu pak Surya. Nanti kalau sudah lihat hilal kita langsung azan tuh. Jadi kita lihat hilal langsung kita azan dan langsung berbuka," ujar Willy.
NasDem sendiri punya target akan mengumumkan calon presiden serta koalisi yang memiliki tiket pencalonan pada November. Deklarasi bisa batal bila syarat tiket itu belum dipenuhi.
Advertisement
"Dia bisa mundur kalau tidak ada koalisi pengusungnya jadi syarat sahnya terbentuk koalisi pengusung yang mencukupi untuk seseorang kandidat diberangkatkan itu poin paling fundamental," kata Willy.
NasDem juga tidak ingin melakukan kawin paksa agar koalisi terbentuk. Maka itu butuh waktu untuk membangun kerjasama dengan Demokrat dan PKS. Apalagi NasDem masih baru pertama bekerjasama dengan Demokrat dan PKS.
"Kita tidak ingin kawin paksa, kita ingin terjadi chemistry. Chemistry ini harus terjadi di dua layer. Layer pertama bangunan sesama partainya karena apa bagi NasDem bekerjasama dengan PKS-Demokrat ini suatu hal yang baru," kata Willy.