PKB-PKS Ajak Bangun Poros Ketiga, NasDem: Fokus Cari Capres Dulu Baru Koalisi

Willy memastikan, setelah selesai menggelar Rakernas, NasDem akan menentukan arah koalisi Pemilu 2024.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
PKB-PKS Ajak Bangun Poros Ketiga, NasDem: Fokus Cari Capres Dulu Baru Koalisi
Anggota DPR Willy Aditya. ©2019 Merdeka.com

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginisiasi pembentukan koalisi poros ketiga. Saat ini total jumlah kursi di parlemen belum mencukupi untuk mengusung calon presiden dan calon wakil presiden.

Perlu minimal satu partai untuk melengkapi. PKS dan PKB mengajak NasDem dan Demokrat untuk bergabung membangun koalisi.

Menanggapi ajakan itu, NasDem masih belum mau membahas koalisi. NasDem fokus menyiapkan Rakernas dalam waktu dekat untuk memilih calon presiden. Koalisi akan dibahas setelah calon presiden dari NasDem terpilih.

"NasDem sejauh ini masih fokus pada Rakernas untuk mengumumkan tiga nama, setelah itu baru kita akan membahas koalisi," kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya kepada wartawan, Jumat (10/6).

Willy memastikan, setelah selesai menggelar Rakernas, NasDem akan menentukan arah koalisi Pemilu 2024.

"NasDem sendiri belum memutuskan akan membangun koalisi dengan partai mana. Nanti pascarakernas yang akan digelar pertengahan bulan ini mungkin akan ditentukan dengan siapa kita akan membangun koalisi," kata wakil ketua Baleg DPR RI ini.

Sementara itu, Willy menilai koalisi harus dibangun atas dasar pemikiran dan kepentingan strategis. Ia berharap terbentuknya koalisi PKB dan PKS bukan karena reaktif saja.

"Yang penting sebuah koalisi dibangun bukan karena kelatahan atau reaktif saja. Akan lebih bagus jika sebuah koalisi dibangun atas dasar pemikiran atau kepentingan yang lebih strategis," ujarnya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginisiasi poros ketiga untuk Pemilu 2024. Benih-benih koalisi itu mulai diperlihatkan PKS dan PKB.

PKS dan PKB melakukan konferensi pers bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6). PKB diwakili oleh Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid dan PKS diwakili Sekjen Habib Aboe Bakar Al-Habsyi.

Aboe berharap pertemuan dengan PKB ini menarik partai lain untuk membangun koalisi poros ketiga. Saat ini PKS mengantongi 50 kursi, PKB 58 kursi, kurang tujuh kursi parlemen untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden 115 kursi.

"Kita berharap pertemuan gabungan ini akan jadi magnet yang keras, magnet yang baik untuk para partai-partai yang lain yang bergabung," ujar Aboe.

Ia berharap kerja sama yang tengah terjalin bersama PKB ini berjalan panjang. PKS dan PKB mendorong terbangunnya koalisi poros ketiga untuk Pemilu 2024.

Rekomendasi