Wiranto Tidak Diundang ke Munas Karena Desak OSO Mundur Jadi Ketum Hanura

"Ketika menjelang munas dia mengirimkan surat yang disebarluaskan oleh Pak Subagyo HS, meminta Pak OSO mundur, kan itu gak elok," kata Ketua DPP, Inas Nasrullah.

Muhammad Genantan Saputra
Wiranto Tidak Diundang ke Munas Karena Desak OSO Mundur Jadi Ketum Hanura
Wiranto mundur dari Partai Hanura. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Partai Hanura tidak mengundang Wiranto dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) III. Ketua DPP, Inas Nasrullah, menilai Wiranto telah melakukan kesalahan karena meminta Osman Sapta Odang (OSO) mundur dari Ketua Umum.

"Karena Pak Wiranto membuat kesalahan kepada partai, ketika menjelang munas dia mengirimkan surat yang disebarluaskan oleh Pak Subagyo HS, meminta Pak OSO mundur, kan itu gak elok," kata Inas di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12).

"Kalau dia mengaku ketua dewan pembina harusnya tidak melakukan itu, tidak menyebarkan surat-surat seperti itu," sambungnya.

Mestinya, Inas bilang, Wiranto berbicara langsung dengan OSO bila ada miskomunikasi. Bukan menyebarluaskan surat yang mendesak OSO mundur jelang Munas.

"Kalau dia merasa ketua dewan pembina, bukan lewat surat, berhadapan langsung dengan ketua umum terus dia bicara. Itu yang harus dia lakukan," ujar Inas.

"Karena kelakuannya tersebut gitu lho, jadi kita tidak undang," tambahnya.

Apalagi, lanjut Inas, Wiranto kini mengemban jabatan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Harusnya, ia bersikap negarawan.

"Bukan pakai surat kaya pecundang," tandas eks legislator DPR RI itu.

Kekacauan Hanura Ulah Wiranto Sendiri

Ditambahkan Ketua DPD Hanura DKI, Mohamad Ongen Sangaji, tak benar jika kepemimpinan OSO menjadi penyebab kinerja partai jeblok selama Pemilu 2019.

"Pak Wiranto keliru. Pak Wiranto sangat keliru, kenapa partai ini tidak lolos PT (presidential threshold) karena ada dua versi dibangun untuk menggantikan Pak OSO secara tidak legitimate sehingga partai ini kacau," kata Ongen di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (18/12).

Ongen menuding kekacauan yang terjadi di tubuh partai adalah disebabkan oleh Wiranto sendiri. Dia mengendus Wiranto adalah bagian dari skenario buruknya sistem partai.

"Itu untuk menjatuhkan Pak OSO. Bagaimana partai ini bisa berjalan dengan baik kalau kemudian ada upaya untuk menjatuhkan ketua umum? Ini terproses sampai dengan pemilu legislatif," tuding dia.

Ongen percaya Partai Hanura bukan tidak mampu tampil baik saat Pemilu 2019. Namun kondisi yang terjadi justru upaya secara langsung maupun tidak untuk melengserkan OSO.

"Terpecah Hanura pada saat itu. Masih syukur kita lolos pemilu. Masih syukur kita mendapatkan anggota legislatif 800 sekian orang," tutur dia.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi