Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Yandri Susanto menegaskan program rumah siap kerja diusung capres dan cawapres 02 tak mencontoh program kartu prakerja milik pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Hal ini dikatakannya menanggapi ucapan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir yang mengatakan rumah siap kerja meniru program milik Jokowi-Ma'ruf.
"Kalau kartu prakerja justru perdebatannya kan di internal pemerintah. Menurut saya memang tidak layak dicontoh, apa yang mau dicontoh kartu prakerja," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/3).
Yandri mengatakan, kartu prakerja belum dikaji secara utuh. Sehingga, lanjut dia, BPN tidak akan mencontoh program tersebut.
"Kami enggak mau mencontoh yang bohong-bohongan gitu loh. Jadi kalau ada yang menyampaikan itu mencontek oh enggak mungkin mencontek yang tidak benar," ungkapnya.
Politikus Partai Amanat Nasional ini menegaskan ide soal rumah siap kerja adalah ide murni Prabowo-Sandi. Dia pun meminta Erick untuk lebih banyak belajar lagi soal permasalahan tersebut.
"Oh murni Pak Erik Tohir mungkin enggak paham itu. Karena dia mungkin enggak terlalu banyak bertanya kepada orang-orang yang bener-bener paham," ucapnya.
Sebelumnya, Erick Thohir berharap debat antar cawapres saling adu program. Namun, dia menyinggung kubu Prabowo-Sandiaga menjiplak program 01.
Apa yang dimaksud Erick adalah program Rumah Siap Kerja. Gagasan itu menurut Erick jiplakan karena muncul setelah kartu prakerja dikampanyekan.
"Kemarin kita keluarkan kartu prakerja tiba-tiba keluarkan rumah siap kerja. Ya bagus, paling tidak ada inovasi," katanya di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3).