TKN: Relawan Pembawa Pesan Bagi Bingkisan, Tak Sebar Hoaks Seperti Ibu di Karawang

Ace Hasan mengaku belum mengetahui soal adanya relawan yang mengatasnamakan pembawa pesan, yang membagikan bingkisan bertuliskan 01 di Kampung Akuarium, Jakarta Utara. Meski belum mengetahui persis relawan itu, Ace yakin yang dilakukan mereka bukanlah menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
TKN: Relawan Pembawa Pesan Bagi Bingkisan, Tak Sebar Hoaks Seperti Ibu di Karawang
Ace Hasan Sadzili. ©2018 Liputan6.com

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengaku belum mengetahui soal adanya relawan yang mengatasnamakan pembawa pesan, yang membagikan bingkisan bertuliskan 01 di Kampung Akuarium, Jakarta Utara. Meski belum mengetahui persis relawan itu, Ace yakin yang dilakukan mereka bukanlah menyebarkan berita bohong atau hoaks.

"Tapi kan apa yang dilakukan para relawan-relawan kita termasuk misalnya ada tabloid pembawa pesan itu kan sama sekali tidak melanggar UU dan bukan hoaks seperti halnya ibu-ibu yang ada Karawang itu," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/3).

Politikus Partai Golkar ini juga mempersilakan jika memang ada pihak yang ingin melaporkan peristiwa bagi-bagi bingkisan bertuliskan 01 ke pihak yang berwajib karena menganggap kejadian itu sebagai politik uang. Dia hanya mengingatkan bahwa pelaporan itu juga harus didasari pada alat bukti yang kuat.

"Sebaiknya dilaporkan saja ke pihak kepolisian atau pihak Bawaslu kalau memang ada bukti-bukti," ucapnya.

Warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, kedatangan tamu beberapa waktu lalu. Seorang ibu dan anaknya. Mereka mendatangi warga dan memberi bingkisan. Mereka disebut-sebut sebagai pembawa pesan. Ibu dan anaknya itu mengetuk rumah warga Kampung Akuarium satu per satu. Strategi door to door diterapkan untuk bertemu langsung dengan warga.

Seorang warga Kampung Akuarium, Dharma Diani sempat mengabadikan momentum ketika para pembawa pesan menemui warga dan membagi bingkisan. Diani merekam video yang akhirnya viral dan mencuri perhatian di media sosial. Dia menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/2) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saya keluar karena kita bagian tanggungjawab. Ibu ini ditolak-tolak terus akhirnya saya bilang sudah lah bu, kalau kerjaan gunakan hati nurani," katanya saat ditemui merdeka.com, Kamis (28/2).

Rekomendasi