Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengingatkan pemerintah dan penyelenggara Pemilu untuk menyelesaikan masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda. Sebab, DPT bisa menjadi celah kecurangan di Pemilu 2019.
"Menurut saya harus kita hentikan, supaya demokrasi kita demokrasi yang merepresentasikan suara rakyat bukan suara siluman," tegas Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/9).
Dia merasa heran persoalan DPT selalu ada di setiap gelaran pemilihan umum. Ini menunjukkan sistem pendataan di Indonesia masih banyak kelemahan.
"Pasti kan masalah DPT ini yang jelas ada dan jumlahnya itu variatif gitu, ini masih menunjukkan sistem kita itu masih banyak atau masih mudah diintervensi," kata Fadli.
Menurut Fadli permasalahan DPT sangat mendasar. Sebab berkaitan dengan data kependudukan.
"Menurut saya ada satu DPT saja muncul itu bermasalah kenapa ya, saya juga heran, penanganan masalah ini kan yang paling basic informasi yang paling basic tentang kependudukan dan hak pilih," ungkapnya.
Fadli membandingkan sistem pendataan pemilih di negara seperti India yang tidak pernah bermasalah. Berbanding terbalik dengan penanganan DPT di Indonesia.
"Itu enggak ada masalah itu tentang DPT kecurangan pemilu, mereka (India) bisa menghandle dengan baik. Masak kita ini sudah di abad 21 tidak mampu untuk masalah ini kan sudah berkali-kali setiap pemilu pasti ada DPT," ungkapnya.