Kurang lebih lima menit artis senior Neno Warisman berorasi di depan ribuan relawan #2019GantiPresiden di tangga Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (12/8). Dia berorasi membakar semangat relawan untuk ikut bersama-sama dan mendukung upaya perubahan menuju Indonesia jadi lebih baik.
Dibalas dengan teriakan takbir dan ganti presiden, ganti Jokowi dari massa yang sejak pagi menanti kehadirannya. Kepada massa, Neno mengatakan hanya orang biasa, hanya seorang ibu, pelajaran agamanya juga biasa. Tapi jangan ditanya tentang kecintaan akan negeri ini.
Dia mengaku sangat mencintai negeri ini. Oleh karena itu, Neno mengaku sengaja datang ke Makassar membacakan deklarasi untuk menunjukkan cinta demi negeri yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
Gerakan #2019GantiPresiden adalah sebuah gerakan sosial bukan gerakan politik. Gerakan yang menuntut perubahan 2019 itu semata-mata karena Allah SWT. Semua yang tergabung di dalamnya adalah orang-orang yang mencintai negeri ini.
"Kita ingin perubahan di negeri ini agar menjadi lebih baik. Ini gerakan sosial, bukan gerakan berbahaya karena kita cinta damai. Setelah ini, kita kumpulkan uang yang banyak untuk disumbangkan ke Lombok dan Bali," seru Neno Warisman.
Di tengah orasinya, Neno sempat menyenandungkan murottal membuat massa terdiam menikmati dan ada juga mengikuti bacaan ayat-ayat suci yang dilantunkannya.
Usai orasi, deklarasi dibacakan. Antara lain poinnya adalah Kami relawan gerakan nasional #2019GantiPresiden menyatakan sikap keprihatinan atas kemiskinan, ketidakadilan, ketidakberpihakan dan ancaman terhadap kedaulatan serta krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini di bumi NKRI.
"Oleh karena itu kami bertekad akan terus berjuang bersama seluruh rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, berdaulat, bermartabat, adil dan makmur serta berakhak mulia," seru ribuan relawan di tengah terik matahari.
Usai mengumandangkan semua butir-butir deklarasi, aksi bubar pukul 15.00 wita. Perlahan-lahan massa meninggalkan lokasi aksi.
Namun di depan Hotel Horison tempat Neno Warisman menginap, sempat terjadi insiden. Salah seorang pengunjuk rasa dari kelompok kontra #2019Ganti Presiden nyaris bonyok oleh relawan yang baru saja ikut kegiatan deklarasi tersebut.
Dia terpisah dari kelompoknya saat dikejar massa. Berusaha selamatkan diri di pos sekuriti hotel. Hingga akhirnya polisi datang membawanya ke Polrestabes Makassar.