Amien Rais nilai ekonomi nasional gagal, Jokowi cuma tunggu keajaiban

Amien juga menjelaskan saat ini Jokowi masih menerapkan demokrasi dengan cara diskriminasi. Contohnya, penegakkan hukum di era Jokowi cenderung tebang pilih.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Amien Rais nilai ekonomi nasional gagal, Jokowi cuma tunggu keajaiban
Amien Rais di DPR. ©2017 Merdeka.com

Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali mengkritik pemerintahan Jokowi-JK. Dia menilai selama ini perekonomian di Indonesia belum berhasil.

"Menurut saya Jokowinomics itu memang belum berhasil. Kalau saya katakan gagal, masih ada 8 bulan lagi sampai Pilpres. Siapa tahu ada keajaiban," kata Amien Rais dalam acara halal bihalal Idul Fitri 1439 Hijriah di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No 52, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

Amien juga menjelaskan saat ini Jokowi masih menerapkan demokrasi dengan cara diskriminasi. Contohnya, penegakkan hukum di era Jokowi cenderung tebang pilih.

"Jadi saya melihat pangkal permasalahan bangsa ini adalah beberapa pimpinan itu menerapkan demokrasi tapi isinya itu diskriminasi. Jadi seakan-akan discriminative democracy. Lihat apa yang tidak tebang pilih di negeri kita ini? Lihat regulasi hukum, yang kecil dikejar-dikejar, yang gede mana mungkin," tegasnya.

"Bahkan dengan firm saya mengatakan, KPK saja merupakan lembaga obstruction of justice. Yang OTT Rp 100 juta dikejar. Betul-betul situasi kita ini penuh dengan diskriminasi," sambung Amien.

Tidak hanya itu, mantan Ketua MPR ini menuding Jokowi melakukan diskriminasi politik. Dia menganggap Jokowi selalu memecah belah lawan politik.

"Kedua, diskriminasi politik. Kalau temannya itu dibetul-betulkan, lawannya kalau bisa dipecah-pecah dan lemahkan," lanjut Amien.

Diskriminasi lainnya, lanjut dia, dilakukan Jokowi dibidang ekonomi dan agama. Dia menjelaskan sektor ekonomi belum mengalami perbaikan. Bahkan, Amien menyebut ada pihak yang membekingi pemerintah dalam hal ekonomi dan intelijen.

"Yang saya hadapi bukan pak ini bukan pak itu. Di belakangnya ada dajal ekonomi, dajal intelijen, yang membuat mereka gagah," papar Amien.

Rekomendasi