Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menegaskan partainya belum memutuskan bakal merapat ke koalisi pendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Hal ini menyikapi rumor PKB menjadi salah satu dari dua partai yang disebut akan bergabung ke koalisi pendukung Jokowi.
"Secara formal PKB belum ada keputusan dan sikap," kata Karding saat dihubungi, Senin (9/4).
Meski belum bersikap, kata Karding, para kiai Nahdlatul Ulama (NU) dan mayoritas kader PKB menginginkan Ketua Umum Muhaimin Iskandar menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi).
"Seperti yang sering saya katakan dari pengamatan saya pribadi bahwa stakeholder PKB berupa kiai-kiai, NU dan teman-teman PKB sendiri lebih senang kalau Cak Imin berpasangan dengan Pak Jokowi," ujar Karding.
Dihubungi terpisah, Wasekjen PKB Daniel Johan tidak ingin berkomentar soal isu partainya akan segera merapat mendukung Jokowi. Namun, kata Daniel, suara kader lebih cenderung ingin PKB tetap bersama koalisi pendukung Jokowi.
"Sejauh ini suara-suara kuatnya tetap bersama Jokowi," ungkapnya.
Daniel menuturkan, PKB akan memutuskan sikap soal dukungan dan arah koalisi dalam acara Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas). Muspimnas PKB dijadwalkan digelar pada Juni 2018 mendatang.
"Semua diputuskan oleh Muspimnas," tandas Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.