Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut ada elite yang bodoh, bermental maling dan tidak setia terhadap rakyat. Wasekjen PPP Ahmad Baidowi menilai tudingan Prabowo itu hanya bagian dari strategi politik jelang Pemilu Serentak 2019.
Strategi ini, kata Awiek, dipakai karena melihat elektabilitas Prabowo yang seringkali kalah dari Joko Widodo menurut hasil survei sejumlah lembaga.
"Itu bagian dari strategi teman-teman Gerindra dan pak Prabowo yang tahu sendiri bisa jadi itu menjadi bagian," kata Awiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4).
Untuk itu, Awiek meminta Prabowo membongkar siapa sosok elite negeri yang dianggap bodoh dan maling. Jika nama elite tidak dibuka justru akan menimbulkan kegaduhan.
"Itu hanya menimbulkan isu-isu informasi liar di masyarakat dan enggak bagus demokrasi," tandasnya.
Sebelumnya, Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.
"Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia," tukasnya.
Dirinya mengaku dahulu adalah elite juga. Tetapi saat ini dia mengaku sudah tobat. "Saya elite tetapi sudah tobat," tegasnya.