GMPG nilai Golkar terpuruk sejak Setnov jadi tersangka korupsi e-KTP

Internal baru bereaksi dengan menggelar pleno, lanjut Doli, ketika ada surat 'sakti' dari Novanto yang dibuat dalam rutan KPK. Padahal, sudah sejak lama internal didesak untuk menggelar pleno.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
GMPG nilai Golkar terpuruk sejak Setnov jadi tersangka korupsi e-KTP
Diskusi soal Golkar di Cikini. ©2017 Merdeka.com

Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menilai kondisi Partai Golkar saat ini sudah tidak sehat. Sebab, ia menilai internal lambat mengambil langkah, padahal Setya Novanto, si ketua umum masuk pusaran kasus korupsi e-KTP sudah sejak lama.

"Ini kan kasus Novanto 8 bulan lebih di mulai pada sidang Irman dan Sugiharto. Di KPK nama Novanto sudah 2013-2014. Sudah cukup lama. Dampaknya semakin terpuruk," ujar Doli dalam sebuah diskusi, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11).

Internal baru bereaksi dengan menggelar pleno, lanjut Doli, ketika ada surat 'sakti' dari Novanto yang dibuat dalam rutan KPK. Padahal, sudah sejak lama internal didesak untuk menggelar pleno.

"Aspirasi untuk kemudian publik secara eksternal dan internal. Harus direspon pada malam hari itu. Kemudian ditunjuk Plt. Tetapi Plt karena ada surat wasiat. Yang menurut saya organisasi ini tidak sehat," ungkap Doli.

Senada dengan Doli, pengamat politik Siti Zuhro menilai seharusnya Golkar kini slogan suara rakyat suara Golkar sudah tidak ada. Tidak hanya itu, Situ juga menilai seharusnya Golkar lebih fokus kepada badan bukan konflik di internal.

"Saat ini tarik menarik pada saat Setya Novanto ditahan dan kecangnyaMunaslub. Ini harus kembali, saya rasa suara rakyat suara Golkar ini hilang sekali. Ketika Golkar tidak mendengar suara rakyat. Untuk sekarang merawat savepartai golkar. Jangan dipaksa golkar akan pilih tapi didalam ada konflik," ungkap Siti Zuhro.

Rekomendasi