Ketum PAN jagokan Risma dan Kang Yoto untuk lawan Ahok di Pilgub DKI

Ketum PAN Zulkifli Hasan menyodorkan nama kadernya yang juga Bupati Bojonegoro Suyoto kepada koalisi.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketum PAN jagokan Risma dan Kang Yoto untuk lawan Ahok di Pilgub DKI
Risma dan Ahmad Basarah. ©2016 Merdeka.com

DPD dari 7 partai yakni PDIP, Gerindra, Demokrat, PAN, PKB, PPP dan PKS bersepakat membentuk koalisi kekeluargaan untuk Pilgub DKI Jakarta 2017. Mereka juga sepakat 'mencari lawan' untuk calon petahana petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sudah diusung 3 parpol yakni Golkar, NasDem dan Hanura.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan koalisi kekeluargaan dibentuk untuk memberikan kekuatan sekaligus pilihan alternatif kepada warga Jakarta di luar barisan Ahok dan parpol pendukungnya.

"Pak Ahok sudah ada parpol pendukung, popularitas, kandidat kuat. Itu bagus. Tapi Kita harus berikan alternatif pilihan bagi masyarakat Jakarta," kata Zulkifli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/8).

Dalam pertemuan kemarin, PAN diwakili Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Zulkifli setuju dengan keputusan yang diambil pengurus wilayah untuk berkoalisi dengan enam partai lain.

Pihaknya berharap koalisi 7 partai ini bisa menghasilkan pesaing yang sepadan dengan Ahok. Zulkifli sendiri berharap besar agar Wali kota Surabaya Tri Rismaharini diusung bersama melawan Ahok. Risma dinilai Zulkifli lebih kuat dan bisa mengungguli elektabilitas Ahok di Pilgub DKI.

"Saya sudah jauh hari berkomunikasi, kalau kita harapkan partai-partai bisa bersepakat bersama-sama yang bisa mengimbangi Pak Ahok dan yang bisa lebih kuat itu namanya Ibu Risma. Agar rakyat Jakarta punya alternatif pilihan," harapnya.

Selain menjagokan Risma, Zulkifli juga menyodorkan kader internal yang juga Bupati Bojonegoro Suyoto kepada koalisi. PAN ingin agar Suyoto bisa disandingkan dengan Risma. Tak masalah jika nantinya hanya dijadikan pendamping Risma. Duet Risma-Suyoto diyakini cukup ideal untuk melawan Ahok.

"Ada Kang Yoto dari internal. Kalau dari luar, tokoh itu kita mengharapkan Ibu Risma. Ideal sekali kalau itu bisa. Yang penting Ibu Risma-nya, wakilnya nanti siapa. Ya kita minta Yoto," tutup dia.

Rekomendasi