Golkar janji tak kurangi dukungan meski tidak masuk kabinet kerja

Reshuffle kabinet idealnya dilakukan untuk mendongkrak produktifitas kerja kabinet.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Golkar janji tak kurangi dukungan meski tidak masuk kabinet kerja
Setya Novanto ketua umum golkar. ©2016 Merdeka.com/Dieqy Hasbi Widhana

Kabar perombakan atau reshuffle kabinet pemerintahan Jokowi-JK kembali muncul ke permukaan setelah Partai Golkar menetapkan kepengurusan yang sah dipimpin Ketua Umum Setya Novanto. Terlebih, beberapa partai politik yang semula oposisi, sudah merapatkan barisan dan mendukung pemerintah.

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menilai, reshuffle kabinet dilakukan untuk mendongkrak produktifitas kerja kabinet pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Parpol pendukung pemerintah menghormati apapun keputusan Presiden Jokowi dan Wapres JK dalam perombakan kabinet.

"Semua kita serahkan kepada presiden ketika ada reshuffle. Keinginan Golkar, reshuffle harus menjamin adanya efektivitas produktifitas kinerja kabinet," kata Idrus saat menghadiri open house di kediaman Ketua DPR Ade Komaruddin, komplek Widya Chandra III, Jakarta, Rabu (6/7).

Terkait nama-nama kader partai beringin yang disebut-sebut bakal masuk lingkaran kabinet Jokowi-JK, Idrus tidak mau menduga-duga. Hanya saja, dia menegaskan, Golkar bakal tetap mendukung program pemerintah meski tidak ada kadernya di dalam kabinet.

"Kalau masuk Alhamdulillah. Kalau enggak ya enggak mengurangi dukungan," tegasnya.

Idrus kembali menegaskan, Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya isu reshuffle ke Presiden Jokowi. Partainya tidak akan mencampuri hak prerogatif presiden.

"Tapi itu hak prerogatif presiden. Kader yang sudah terlatih kalau sudah diberikan tugas enggak pernah menolak," ujar dia.

"Jangan pernah bicara menteri. Serahkan kepada presiden. Presiden juga belum bicara bersama ketua umum. Kabinet kinerja bagus efektif," tambah Idrus.

Rekomendasi