Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyatakan ada para pengkhianat atau brutus-brutus di sekitar Presiden Joko Widodo. Mereka ingin berusaha melanggengkan kekuasaan dengan menumpang pada kekuasaan."Numpang dulu kaya benalu (cara operasi brutus-brutus). Pertama gunakan jabatannya melanggengkan kepentingan kelompoknya dan jaringannya kemudian target dia menjauhkan juga membunuh dalam arti politik," kata Masinton di gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (9/2).Menurutnya, target brutus-brutus ini adalah memotong kekuatan politik Presiden Jokowi. Setelah itu, PDIP juga akan dilumpuhkannya."Dua-duanya (PDIP dan Jokowi). Partainya dulu dilumpuhkan kemudian presidennya, modusnya seperti itu," tuding Masinto.Lanjut dia, brutus-brutus ini memang suka menempel pada kekuasaan manapun. Cara untuk melumpuhkannya dengan membuangnya dari kekuasaan."(PDIP) kecolongan enggak, ya memang (mereka) benalu, wataknya di pohon apa saja numbuh. Sekarang benalu pindah lagi, dulu dalam partai sekarang kekuasaan. Ya diamputasi saja karena sekarang di kekuasaan," pungkas dia.Diketahui, orang yang disebut brutus-brutus di sekitar Jokowi adalah Seskab Andi Widjajanto dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Mereka menghalangi komunikasi PDIP dengan Presiden Jokowi serta membuat kebijakan pemerintah menjadi bernapaskan liberal. Namun, ketiga orang di lingkaran Istana itu dengan tegas sudah membantah tuduhan tersebut.
Politikus PDIP curigai operasi brutus-brutus di sekitar Jokowi
"Partainya dulu dilumpuhkan kemudian presidennya, modusnya seperti itu," tuding Masinton.
Advertisement
Rekomendasi