Yusril: Presiden harus konsisten, jangan mencla-mencle

Yusril mengusulkan Jokowi menunjuk seseorang jadi jubir presiden.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Yusril: Presiden harus konsisten, jangan mencla-mencle
Keluarga dan kerabat sambut kedatangan Jenazah Taufiq Kiemas. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunjuk seseorang menjadi juru bicara presiden. Yusril mengibaratkan perkataan presiden itu sama halnya dengan 'sabdo pandito ratu', ucapan yang bijaksana, mumpuni dan dihormati."Karena itu presiden harus konsisten dengan ucapannya. Jangan mencla mencle, hari ini ngomong lain, besok lain lagi," kata Yusril di Twitter, Minggu (30/11).Keberadaan jubir dinilai vital, sebagai penyambung supaya komunikasi publik dan pemerintah berjalan lancar."Setiap selesai sidang kabinet, paripurna maupun terbatas, atau setiap presiden selesai terima tamu penting harus ada penjelasan ke publik," lanjutnya.Tentang kandidat jubir yang kompeten, Yusril mencontohkan bisa Mensesneg atau Menkominfo. Agar kebijakan pemerintah yang disampaikan tidak simpang siur. Jika hal ini terus terjadi, Yusril khawatir akan berdampak terhadap Jokowi sendiri."Kalau itu terjadi, lama kelamaan kewibawaan Presiden akan terkikis dan akhirnya pupus."Menurutnya, tidak masalah apabila kebijakan yang disampaikan Jokowi melalui jubir berubah karena situasi yang berbeda. Asal semua itu dijelaskan sebab musababnya. Terkait usulannya jubir presiden, Yusril mengaku sudah membicarakan dengan pemerintah.

Rekomendasi