Prabowo Sindir Pesan Optimisme Jokowi yang Dinilai Tak Sesuai Kondisi Bangsa
Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya berjudul Indonesia Menang, di JCC, Senin (14/1). Prabowo berpidato di hadapan pimpinan partai koalisi. Mulai dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufry dan Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman.
Hadir pula Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Lalu hadir pula petinggi Partai Berkarya Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto
Dalam pidatonya, Prabowo membeberkan persoalan bangsa hari ini. Mulai dari kemiskinan hingga tidak adanya jaminan kesehatan bagi rakyat. "Dalam negara yang begini kaya, negara yang sudah 73 tahun merdeka, kalau ada rakyat lapar, gantung diri karena putus asa, ini penghinaan kepada pendiri bangsa. Saya katakan, ini penghinaan kepada rakyat," ujar Prabowo.
Dia lantas menyindir pesan optimisme yang selalu disampaikan Presiden Joko Widodo. Prabowo justru mempertanyakan pesan optimisme itu yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi bangsa akhir-akhir ini
"Ada yang mengatakan, jangan pesimis, harus optimis. Indonesia katanya akan bertahan 1.000 tahun lagi. Saya bertanya, apakah negara yang tak mampu bayar RS, tidak terjamin makan rakyatnya, negara yang tidak membela petani, nelayan dan pekerja, negara yang tentaranya tidak kuat, bisa bertahan seribu tahun? Jangan-jangan 10 tahun saja sudah setengah mati," sindir Prabowo.
Prabowo mengingatkan bahwa persaingan antar bangsa sangat keras. Sejarah peradaban keras, setiap bangsa punya masalahnya, setiap negara punya orang miskin dan butuh sumber daya alam dan punya kesulitan sendiri.
"Jangan pernah mengira kita tergantung bangsa lain. Jangan berharap bangsa lain baik hati sama kita, kasihan sama kita. Maka Indonesia harus kuat, harus kokoh, harus bisa berdiri di atas kaki sendiri," tegasnya.
Prabowo bersama Sandiaga mengklaim didukung parpol koalisi kuat, didukung pejuang-pejuang purnawirawan yang banyak mengabdi pada negara. Mereka juga mengklaim didukung tokoh buruh, ulama besar.
"Didukung emak-emak Indonesia, didukung guru, dokter, perawat, bidan-bidang, nelayan, petani seluruh indonesia. Karena itu kami maju, kami menawarkan berbakti, karena kami percaya dan yakin, persoalan itu tidak boleh terjadi di negara yang merdeka," tutupnya.
Sebelumnya, di hadapan alumni Universitas Indonesia, Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menyinggung soal pernyataan rivalnya yakni Prabowo Subianto. Beberapa waktu lalu prabowo menyebut Indonesia bubar dan punah jika dia tidak menang Pilpres.
Jokowi mengingatkan, dalam membangun negara dibutuhkan optimisme besar. "Kita harus optimis. Jangan sampai ada pesimisme di antara kita. Jangan sampai ada yang bilang Indonesia akan bubar, Indonesia akan punah, tidak ada. Tidak ada. Saya katakan tidak ada. Kita harus optimis," ujar Jokowi kepada para peserta deklarasi di Plaza Tenggara, Komplek GBK, Jakarta, Sabtu (12/1).
Dalam pandangan Jokowi, tidak mungkin seseorang dapat membangun negara sebesar Indonesia tanpa membangun optimisme rakyatnya. Optimisme harus tetap dibentuk dan dijaga meski tantangan dan hambatan ada di hadapan mata.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya