Prabowo Mau Naikkan Gaji Birokrat, Jokowi 'Gaji ASN Kita Sudah Besar'

Kamis, 17 Januari 2019 21:39 Reporter : Ahda Bayhaqi
Prabowo Mau Naikkan Gaji Birokrat, Jokowi 'Gaji ASN Kita Sudah Besar' Debat pasangan Capres. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto hendak menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya pencegahan korupsi di kalangan birokrat. Mengingat belakangan ini banyak birokrat yang tergiur 'duit panas' masuk ke kantong pribadi.

"Berkali-kali saya utarakan di ruang publik akar masalah adalah penghasilan para birokrat kurang, tidak realistis. Kalau saya memimpin negara ini saya akan emmperbaiki kualitas hidup birokrat dengan realistis. uangnya dari mana, saya akan tingkatkan tax ratio," kata Prabowo dalam Debat Perdana Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (17/1).

Namun, jika kualitas hidup sudah dibuat sejahtera masih ada ASN yang korupsi, Prabowo berjanji akan menindak setegas-tegasnya.

"Kalau perlu contoh negara-negara lain, kita letakkan di pulau terpencil suruh nambang pasir," katanya.

Setelah itu, lanjut Prabowo, ia akan meminta Kejaksaan, Kepolisian hingga KPK untuk mengawasi. "Kami akan perkuat KPK, di daerah-daerah, provinsi, kami akan tambah anggaran KPK," paparnya.

Misi Prabowo, dijawab Capres nomor urut 01 Jokowi dengan tidak setuju.

"Saya tidak setuju," kata Jokowi setelah mendapatkan kesempatan untuk menanggapi jawaban Prabowo.

Jokowi mengungkap pendapatan yang diterima para ASN saat ini terbilang sudah cukup besar. Sebab, ditambah dengan sejumlah tunjangan yang diberikan.

"Karena kita tahu gaji ASN kita sudah cukup dengan tambahan-tambahan kinerja yang sudah besar. Yang penting menurut saya adalah perampingan, sistem rekruitmen putra putri berprestasi yang berbasis pada kompentensi, harus dilakukan sederhana, transparan dan jelas. Sehingga kita mendapat pejabat publik yang berintegritas. Serta mutasi sesuai kompetensi sesuai rekam jejak," tegas Jokowi.

Kemudian, lanjutnya, pengawasan baik internal dan eksternal diperkuat. "Pengawasan internal yang kuat, ini penting dan tentu saja pengawasan eksternal. Baik dari masyarakat, media serta komisi ASN. Penting sekali pengawasan bagi perbaikan birokrasi yang bersih," tuturnya.

Prabowo menanggapi Jokowi. Ia menekankan meski sudah mendapatkan tunjangan besar, tidak sedikit ASN tetap bertindak culas.

"Masalah yang saya lihat dan pelajari dari kasus di banyak negara, walaupun ada tunjangan macam-macam, tetapi tetap ada ketakutan birokrat bagi masa depan mereka. Di situlah terjadi sikap ragu-ragu dan tidak kuat mendapat godaan tawaran-tawaran dari swasta untuk bertindak di luar kepentingan rakyat," katanya.

Pernyataan Prabowo kemudian ditimpali oleh wakilnya, Sandiaga Uno.

"Sewaktu saya jadi Wagub DKI, dengan membenahi catatan aset negara, kita bisa dapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dilakukan dengan memotivasi ASN dengan teknologi informasi. Kalau kita sudah tahu aset, kita mungkin akan sulit dikorupsi," katanya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini