Prabowo Ajak Ibu-ibu Jaga TPS Sambil Bawa Lontong

Rabu, 20 Februari 2019 21:09 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Prabowo Ajak Ibu-ibu Jaga TPS Sambil Bawa Lontong Komunitas Rabu Biru Indonesia Dukung Prabowo-Sandiaga. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Capres Prabowo Subianto mengapresiasi dukungan diberikan ratusan ibu-ibu tergabung dalam Komunitas Rabu Biru Indonesia kepadanya dan Sandiaga. Menurut Prabowo, ibu-ibu turun ke gelanggang politik menjadi tanda ada sesuatu yang tidak beres di Republik ini.

"Kalau emak-emak sudah turun ke gelanggang politik, itu akan jadi gerakan revolusioner. Karena emak-emak ini memang memiliki kesadaran dan kekhawatiran terhadap apa yang terjadi pada bangsa kita yang menyangkut kepada anak cucu kita. Emak-emak merasakan ketidakadilan, merasakan ekonomi sulit," kata Prabowo usai menerima deklarasi dukungan ibu-ibu tergabung dalam Komunitas Rabu Biru Indonesia di kediamannya Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (20/2).

Karena itu, Prabowo mengimbau ibu-ibu di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjemput perubahan dengan menggunakan hak politiknya pada Pemilu 17 April 2019. Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini mengajak ibu-ibu untuk memantau jalannya pemilu agar jujur, adil, bebas dan rahasia.

"Kita harus jaga TPS. Formulir C1 harus kita foto. Saya ajak emak-emak untuk pilih TPS mana yang mau dijaga. Boleh bawa lontong, bawa makanan, kita jaga sampai penghitungan selesai," kata Prabowo.

"Ini perjuangan kita, kita pasti menang, kita berikhtiar, bertekad dan bersumpah saat kami menerima amanah dari rakyat, amanah itu akan kami gunakan untuk perbaiki Indonesia. Perjuangan kita adalah mewujudkan aman, adil, makmur untuk semua," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Komunitas Rabu Biru Indonesia, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto mengatakan, Komunitas Rabu Biru Indonesia merupakan kumpulan ibu-ibu, bapak-bapak dan kaum milenial yang menginginkan perubahan.

Titiek mengatakan, pihaknya memahami bahwa kondisi bangsa saat ini tengah mengalami krisis. Dia melihat, ketimpangan dan ketidakadilan terjadi di mana-mana, rakyat mengalami kesulitan ekonomi serta korupsi terjadi di tingkat atasan hingga anak buah.

"Kami pergunakan akal, pikiran, nurani untuk melihat ketimpangan yang terjadi di republik ini. Kami tidak terima dengan keadaan ini dan inginkan perubahan. Kami akan berjuang untuk perubahan itu dan kami minta Pak Prabowo berkenan memimpin perjuangan ini," kata Titiek.

Kepada Prabowo, Titiek melaporkan, pergerakan Komunitas Rabu Biru Indonesia dimulai sejak Oktober 2018. Hingga kini, Komunitas Rabu Biru Indonesia memiliki jaringan di seluruh provinsi dan kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan fokus kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Kami bukan pegiat atau aktivis partai politik, tapi kami siap sukseskan partai politik koalisi Adil Makmur agar lolos ke legislatif, agar saat Prabowo-Sandi memimpin nanti, pemerintahannya juga ditopang legislatif yang kuat," ucap Titiek.

Dalam deklarasinya, Komunitas Rabu Biru Indonesia menyatakan siap memperluas gerakan dan partisipasi publik dalam pemilu. Para ibu-ibu juga siap memperluas jaringan. Tak hanya di kota tetapi juga ke desa-desa dengan mengoptimalkan berbagai kegiatan sosial yang langsung bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

"Perjuangan kita bukan untuk kepentingan Prabowo-Sandi atau pun partai koalisi. Tapi perjuangan kita demi kemenangan Indonesia," kata Titiek. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini