PPP: Setiap Parpol Bisa jadi King Maker, Terutama Pemilik Kursi Terbanyak

Kamis, 30 Juni 2022 15:25 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
PPP: Setiap Parpol Bisa jadi King Maker, Terutama Pemilik Kursi Terbanyak SBY terima kunjungan Jusuf Kalla di Cikeas. ©2022 Istimewa

Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menanggapi sindiran PDIP soal pertemuan Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketum NasDem Surya Paloh. PDIP menilai pertemuan itu sebagai ambisi menjadi king maker untuk pilpres 2024.

"Yang jelas sekarang ini pimpinan-pimpinan partai politik, tokoh-tokoh politik sedang membangun komunikasi dan itu diperlukan karena hanya PDI Perjuangan yang bisa mengusung sendiri jadi itu sesuatu yang normal saja, sesuatu yang tidak akan terhindarkan," kata Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6).

Menurutnya, opsi parpol untuk berkoalisi saat ini masih terbuka. Bahkan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih terbuka untuk menerima parpol yang ingin gabung.

"Apalagi bagi yang belum mengerucut, lebih terbuka lagi pilihan-pilihan. Jadi kalau ada pertemuan seperti Pak Paloh dan Pak SBY, ya itu sebuah keniscayaan dan saya kira itu akan masih terus berlanjut di masa yang akan datang," tuturnya.

Arsul berpendapat, setiap parpol punya peran sebagai king maker. Namun, yang memiliki kursi besar akan paling dominan.

"Setiap partai politik saya kira akan memerankan peran sebagai king maker, cuma yang kursinya besar, yang representasi besar itu akan lebih memengaruhi," ucapnya.

"Tapi seperti PPP meski paling kecil bisa jadi king maker juga, karena misalnya ada dua koalisi yang lebih besar tapi belum cukup 20 persen, kan akan butuh yang paling kecil," tutup Arsul.

2 dari 2 halaman

PDIP Sindir SBY-JK-Paloh Mau jadi King Maker

Sebelumnya, Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira menilai pertemuan AHY-Paloh dan JK-SBY sebagai ambisi menjadi king maker. "Rakyat kan tidak pilih para tokoh-tokoh yang sedang berambisi jadi 'King Maker'. Rakyat akan pilih capres, toh," kata Andreas kepada merdeka.com, Selasa (28/6).

Andreas memahami soal pertemuan SBY dan JK itu. Dia berkata, semua ingin menang pada pilpres 2024. "Namanya kontestasi pilpres ya pasti semua juga ingin menang. Tapi sampai sekarang belum ada capresnya tuh," ucapnya.

Andreas tidak khawatir soal anggapan PDIP ditinggal sendiri tanpa rekan koalisi. Justru, kata dia, banyak parpol lain yang ingin berkoalisi dengan PDIP.

"Faktanya, banyak yang pengen tuh, berkomunikasi dengan PDI Perjuangan. Malah sudah pada deg-degan tunggu diajak berkomunikasi," ucapnya.

"Kalau enggak percaya, tanya saja ke teman-teman petinggi partai," kata Andreas.

Baca juga:
Momen Paniknya Puan Maharani Lihat Muhidin Said Jatuh usai Kasih Berkas di Paripurna
Effendi Simbolon Nilai Kekuatan JK-SBY-Paloh Bisa Kalahkan PDIP di 2024
PKS Balas PDIP soal King Maker SBY-JK-Paloh: Justru Aneh Jika Tak Hobi Silaturahmi
Wakil Ketua MPR Basarah Ungkap Masih Ada Pihak yang Perdebatkan Hari Lahir Pancasila
Sekjen PDIP Bicara Geopolitik Soekarno: Banyak Negara Merdeka Karena Pancasila

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini