PKS ingatkan Sukmawati tak lagi angkat tema ibadah dalam puisi
Merdeka.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa menilai Sukmawati Soekarnoputri seharusnya berhati-hati ketika menyampaikan puisi yang menyinggung soal azan dan cadar. Hal ini agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Ledia menyarankan Sukmawati sebaiknya tidak mengangkat tema soal ibadah dalam puisinya. Sebab, menurutnya, puisi tersebut akan mengganggu rasa keberagaman, terutama umat muslim.
"Ketika kita bicara soal azan, azan itu kan bagian dari panggilan beribadah, yang terkait ibadah itu sebaiknya tidak diangkat-angkat, dalam konteks dipertentangkan," kata Ledia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).
Namun, Ledia berpendapat, puisi Sukmawati bisa dijadikan pelajaran dalam membuat pernyataan di muka publik.
"Jadi memang ini buat kita jadi sebuah pelajaran lah, kehati-hatian kita membuat perumpamaan, membuat pernyataan. Karena ini bagian dari upaya menjaga kondisi ya," ujarnya.
Ledia enggan berkomentar soal Sukmawati bakal dilaporkan ke polisi karena puisi yang disampaikan. Dia menyerahkan kepada masyarakat yang keberatan dengan puisi Sukmawati untuk melapor ke polisi.
"Itu kan diserahkan pada masing-masing lah ya. Kalau itu memang mau diproses ya berarti itu urusannya dengan individu yang mau menggugat itu," tandasnya.
Puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri menjadi polemik. Bait puisi yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, digelar diJakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/3) kemarin itu ada menyinggung soal adzan dan cadar.
Sejumlah kalangan turut mengomentari puisi dibacakan Sukmawati Soekarnoputri yang videonya ramai diperbincangkan dan viral di media sosial tersebut.
Berikut isi lengkap puisi 'Ibu Indonesia'yang dibacakan Sukmawati:
Ibu Indonesia
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya