Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PKS ingatkan Sukmawati tak lagi angkat tema ibadah dalam puisi

PKS ingatkan Sukmawati tak lagi angkat tema ibadah dalam puisi Anggota Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa menilai Sukmawati Soekarnoputri seharusnya berhati-hati ketika menyampaikan puisi yang menyinggung soal azan dan cadar. Hal ini agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Ledia menyarankan Sukmawati sebaiknya tidak mengangkat tema soal ibadah dalam puisinya. Sebab, menurutnya, puisi tersebut akan mengganggu rasa keberagaman, terutama umat muslim.

"Ketika kita bicara soal azan, azan itu kan bagian dari panggilan beribadah, yang terkait ibadah itu sebaiknya tidak diangkat-angkat, dalam konteks dipertentangkan," kata Ledia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).

Namun, Ledia berpendapat, puisi Sukmawati bisa dijadikan pelajaran dalam membuat pernyataan di muka publik.

"Jadi memang ini buat kita jadi sebuah pelajaran lah, kehati-hatian kita membuat perumpamaan, membuat pernyataan. Karena ini bagian dari upaya menjaga kondisi ya," ujarnya.

Ledia enggan berkomentar soal Sukmawati bakal dilaporkan ke polisi karena puisi yang disampaikan. Dia menyerahkan kepada masyarakat yang keberatan dengan puisi Sukmawati untuk melapor ke polisi.

"Itu kan diserahkan pada masing-masing lah ya. Kalau itu memang mau diproses ya berarti itu urusannya dengan individu yang mau menggugat itu," tandasnya.

Puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri menjadi polemik. Bait puisi yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, digelar diJakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/3) kemarin itu ada menyinggung soal adzan dan cadar.

Sejumlah kalangan turut mengomentari puisi dibacakan Sukmawati Soekarnoputri yang videonya ramai diperbincangkan dan viral di media sosial tersebut.

Berikut isi lengkap puisi 'Ibu Indonesia'yang dibacakan Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan adzan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP