Pantun Menhan saat Buka Muktamar Persis: Jokowi dan Prabowo Dulu Rival, Kini Bersatu

Sabtu, 24 September 2022 20:34 Reporter : Ronald
Pantun Menhan saat Buka Muktamar Persis: Jokowi dan Prabowo Dulu Rival, Kini Bersatu Menhan Prabowo Subianto. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto membuka Muktamar XVI Persatuan Islam (Persis), di Hotel Sutan Raja Soreang, Bandung, Sabtu (24/9). Dirinya hadir mewakili Presiden RI Joko Widodo.

Dalam sambutan Prabowo, ia menyisipkan sebuah pantun. Pantun yang disampaikannya sesuai dengan poin sambutan yang ia sampaikan pada kesempatan tersebut.

"Turun hujan di Buahbatu, singgah ke rumah untuk berteduh. Jokowi dan Prabowo dulu rival, kini bersatu," kata Prabowo disambut tepuk tangan hadirin di lokasi.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Prabowo menegaskan bahwa hanya dengan perdamaian dan persatuan, suatu bangsa dapat mendapatkan kemakmuran.

"Kita boleh berbeda pandangan, boleh punya koreksi dan kritik itu baik dan bagus. Itulah demokrasi, tapi satu hal yang saya ingin pertegas bahwa apapun perbedaan kita, tetap kita harus junjung tinggi rasa hormat bahwa kita satu keluarga besar Indonesia," ujar Prabowo.

"Hanya dengan perdamaian suatu bangsa dapat kemakmuran," sambungnya.

Ia melanjutkan, bahwa untuk mencapai perdamaian membutuhkan usaha keras, yakni harus memelihara keadilan dan menjaga juga mengelola kekayaan bangsa dengan baik.

Kata Prabowo, Persis dan organisasi keagamaan lainnya berperan besar dalam membangun dan membina masyarakat dan umat yang berakhlak, berilmu, dan berpandangan, luas. Oleh karena itu, diharapkan Persis dapat senantiasa menjadi mitra strategis pemerintah dalam merawat demokrasi di negara ini.

"Oleh karena itu, Persis tidak hanya menjembatani aspirasi masyarakat, namun juga harus bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam merawat negara ini," kata Prabowo.

Jangan Lihat Partai Mana

Prabowo menegaskan, bahwa apa yang sudah dimiliki oleh Indonesia saat ini lebih baik dibanding negara-negera tetangga. Oleh karena itu, ia berpesan agar masyarakat tidak terpecah belah.

"Yang penting adalah persatuan. Kita yang penting bersatu, jangan lihat partai mana semua partai adalah anak Indonesia. Semua partai punya tanggung jawab pada masyarakat," ujar Prabowo.

Prabowo kembali menegaskan, pentingnya kerukunan antar masyarakat penting bagi Indonesia menghadapi tantangan dunia yang ada saat ini. Seperti krisis akibat pandemi dan dampak dari perang Rusia dan Ukraina yang mempengaruhi negara-negara di dunia.

"Kalau pun bersaing, bersaing dengan sejuk," harapannya.

Prabowo mencontohkan, persaingannya dengan Jokowi yang berakhir dengan persatuan demi kepentingan yang lebih besar, yaitu perdamaian dan stabilitas negara.

"Walaupun kita bersaing, akhirnya kita rangkulan, masih ketawa, dan masih senyum. Ini benar saya keliling dunia sebagai Menhan, saya ketemu tokoh mereka bingung kok anda bisa gabung. Kita bersaing keras di awal, tapi pas di ujung kepentingan rakyat kepentingan bangsa tidak mungkin ada kemakmuran tanpa ada perdamaian. Tidak penting nomor satu, nomor dua, kalau ada yang sah ya kita harus dukung. Ini jadi contoh seperti ini," beber dia.

Baca juga:
Ditunjuk Jokowi Buka Muktamar Persis, Prabowo Singgung Perolehan Suara di Jawa Barat
Jokowi
Prabowo Salut Anak Tukang Bakso Kuliah Gratis di Unhan: Hebat Bapakmu Ya
Prabowo Subianto

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini