Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (9/9) menyusuri area pemukiman warga di dekat Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali. Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek langsung kondisi rumah-rumah yang mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir. Ia didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan pejabat lainnya.
Kedatangan Presiden Prabowo adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap dampak bencana alam yang menimpa warga setempat. Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kerugian material yang signifikan bagi banyak keluarga. Presiden ingin memastikan bantuan segera tersalurkan.
Dengan berjalan kaki menyusuri jalanan berlumpur, Presiden Prabowo berinteraksi langsung dengan para korban. Ia bahkan mengganti sepatunya dengan sepatu boot kuning untuk memudahkan mobilitas di area yang masih licin. Momen ini menunjukkan keseriusan Presiden dalam meninjau lokasi bencana.
Advertisement
Advertisement
Mendengarkan Langsung Curahan Hati Korban Banjir
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo menyapa pedagang dan masyarakat di sepanjang Jalan Gajah Mada, Denpasar. Ia kemudian berjalan kaki menuju area pemukiman yang paling terdampak banjir. Jalanan yang masih licin oleh lumpur membuatnya harus berganti sepatu boot.
Presiden Prabowo mendatangi rumah salah seorang warga korban banjir dan duduk mendengarkan curhatan pemilik rumah. Ibu tersebut menceritakan kehilangan harta benda akibat banjir, namun bersyukur nyawanya selamat. Ia mengungkapkan bahwa semua barang, termasuk kompor, hanyut terbawa air bah. "Habis barang-barangnya, untung nyawanya gak ikut abis. Itu barang-barang bisa dibeli (lagi), biarin, ndak ada satu pun tersisa, kompor ndak ada habis semua dilarikan air, gak apa-apa yang penting saya selamat," kata salah seorang ibu yang curhat langsung dengan Presiden Prabowo.
Ibu tersebut juga berbagi kisah bagaimana ia diselamatkan warga lain saat banjir mencapai ketinggian hampir setinggi kepala orang dewasa. Kondisi fisiknya yang stroke membuatnya tidak kuat berjalan, sehingga harus digendong. "Saya capek (berjalan, red.), kaki (sakit, red.), saya digendong, saya dibawa lari, digendong saya gak kuat jalan, stroke saya. (Biasanya, red.) saya jualan kopi, sekarang gimana modalnya sudah habis," kata ibu korban banjir kepada Presiden.
Advertisement
Setelah mendengarkan keluhan, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan jajarannya untuk segera membantu memperbaiki rumah ibu tersebut. Instruksi ini juga mencakup bantuan untuk warga lainnya yang rumahnya rusak. "Rumahnya juga, barang-barangnya juga ya," tegas Presiden.
Advertisement
Janji Bantuan dan Interaksi dengan Warga
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo didampingi oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan koordinasi pemerintah dalam penanganan bencana. Presiden berpamitan kepada ibu korban banjir dengan janji, "Ya sudah, nanti kita bantu semua ya."
Setelah berinteraksi dengan ibu korban, Presiden Prabowo melanjutkan pengecekan kondisi rumah-rumah lain yang terdampak. Meskipun jalanan masih berlumpur, ia tetap menyusuri area tersebut. Warga di sepanjang jalan menyapa Presiden, dan anak-anak memanggil namanya.
Presiden Prabowo menghentikan langkahnya untuk menyalami anak-anak yang memanggilnya. Ia bertanya apakah mereka sudah menerima program makan bergizi gratis di sekolah. Beberapa anak menjawab sudah, sementara yang lain belum, dan Presiden berjanji program itu akan segera merata. "Sabar ya, sebentar lagi," kata Presiden kepada anak-anak tersebut.
Advertisement
Presiden juga mendekat ke sempadan Tukad Badung yang airnya telah surut, melihat prajurit TNI bergotong-royong membersihkan lumpur. Warga dari seberang sungai memanggilnya meminta bantuan. Presiden membalas sapaan mereka, menunjukkan gestur permintaan maaf karena tidak bisa menyeberang, dan berjanji akan membantu.
Advertisement
Dampak Banjir dan Respons Cepat Pemerintah
Banjir yang melanda area dekat Pasar Badung-Kumbasari dan sempadan Tukad Badung telah menyebabkan kerusakan signifikan pada pemukiman warga. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. Peristiwa ini menyoroti kerentanan wilayah tersebut terhadap bencana alam.
Kunjungan cepat Presiden Prabowo ke lokasi bencana menunjukkan respons tanggap pemerintah terhadap situasi darurat. Ini adalah bagian dari upaya untuk memastikan pemulihan pasca-bencana berjalan efektif. Kehadiran langsung Presiden diharapkan dapat memberikan semangat bagi para korban.
Instruksi langsung Presiden untuk membantu perbaikan rumah dan penyediaan barang-barang menunjukkan komitmen pemerintah dalam meringankan beban korban. Koordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah juga menjadi kunci dalam penanganan bencana ini. Bantuan yang dijanjikan diharapkan dapat segera terealisasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews