Panglima Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, bersama jajarannya baru-baru ini melaksanakan ziarah. Kegiatan ini dilakukan ke makam pahlawan nasional Radin Inten II di Lampung Selatan pada Jumat (19/9).
Ziarah tersebut bertujuan utama untuk mengenang jasa-jasa kepahlawanan Radin Inten II yang gugur melawan penjajah Belanda. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat jiwa nasionalisme di kalangan prajurit Kodam XXI.
Mayjen Kristomei menegaskan bahwa semangat juang Radin Inten II harus menjadi landasan bagi seluruh prajurit dalam menjalankan tugas. Ini merupakan bentuk penghormatan dan upaya pelestarian nilai-nilai perjuangan bangsa.
Advertisement
Advertisement
Mengenang Semangat Juang Radin Inten II
Mayjen Kristomei menekankan pentingnya semangat juang Radin Inten II sebagai contoh nyata bagi prajurit. Semangat ini harus mengedepankan jiwa nasionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Beliau berharap kinerja Kodam baru dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan juga negara.
“Semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan beliau menjadi landasan bagi seluruh prajurit Kodam XXI/Radin Inten dalam menjalankan tugas,” kata Mayjen Kristomei dalam siaran pers. Pernyataan ini menunjukkan betapa relevannya nilai-nilai tersebut hingga saat ini.
Keberanian dan keteguhan hati Radin Inten II dalam mempertahankan kedaulatan wilayah menjadi inspirasi. Hal ini mendorong jajaran Kodam untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Advertisement
Pangdam XXI/Radin Inten berharap agar kegiatan Ziarah Radin Inten II ini dapat terus menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ini juga menjadi pengingat akan pengorbanan para pahlawan bangsa.
Advertisement
Radin Inten II: Pahlawan Nasional dan Warisan Sejarah
Radin Inten II adalah pahlawan nasional asal Lampung yang dikenal karena perlawanannya terhadap penjajah Belanda. Beliau gugur pada tanggal 5 Oktober 1856. Saat itu, beliau masih berusia 22 tahun, menunjukkan keberanian luar biasa di usia muda.
Pahlawan ini terkenal dengan strategi perang gerilya yang sangat efektif dalam melawan penjajah. Ia juga memiliki kemampuan unik dalam menyatukan berbagai kelompok masyarakat Lampung. Ini menjadi kunci keberhasilan perjuangannya melawan kolonialisme.
Kompleks makam Radin Inten II berlokasi di Benteng Cempaka. Situs ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang penting. Lokasi ini juga menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik di Provinsi Lampung.
Advertisement
Keberadaan situs ini menjadi pengingat akan perjuangan panjang bangsa Indonesia. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Lampung dan nasional.
Advertisement
Komitmen Pelestarian Nilai Kepahlawanan
Mayjen Kristomei, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, memastikan bahwa ziarah ke makam Radin Inten II akan menjadi tradisi. Tradisi ini akan terus dilakukan oleh jajaran Kodam XXI/Radin Inten.
Beliau bahkan menegaskan bahwa tradisi ini harus diteruskan oleh pangdam-pangdam selanjutnya. Hal ini menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian nilai-nilai kepahlawanan.
Pemerintah daerah bersama TNI berkomitmen untuk terus melakukan pemeliharaan. Mereka juga akan mengembangkan kawasan makam sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai sejarah.
Advertisement
Upaya ini diharapkan dapat menjaga agar generasi mendatang tetap mengenal dan menghargai jasa-jasa pahlawan. Ziarah Radin Inten II merupakan salah satu cara efektif untuk mencapai tujuan tersebut.
Sumber: AntaraNews