Megawati minta kader yang diusung jadi kepala daerah utamakan budaya
Merdeka.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meyakini pasangan Imam Priyono-Achmad Fadli akan mampu membawa Kota Yogyakarta sebagai pusat budaya Indonesia. Pasangan nomor urut 1 di Pilkada Kota Yogyakarta itu jika diberikan kepercayaan rakyat untuk memimpin Jogja periode lima tahun mendatang dipastikan akan membangun Jogja dengan mengedepankan nilai-nilai kultural dan penuh dengan kreativitas, serta daya cipta.
"Yogyakarta harus jadi pusat pengembangan kebudayaan Jawa. Untuk itu, wajah budaya harus berbaur dengan nilai-nilai pendidikan dan pembangunan tata kota yang indah. Itu yang akan diwujudkan oleh pasangan Imam Priyono-Achmad Fadli jika terpilih nanti," kata Hasto dalam keterangannya, Senin (30/1).
Hal itu disampaikan Hasto saat menghadiri acara Konsolidasi Relawan Jogja Bangkit dengan tema 'Nyawiji Berjuang Mewujudkan Jogja Pusat Kebudayaan' di Gedung Mandala Baktiyasa, Yogyakarta. Secara khusus, Hasto menyampaikan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar para kadernya yang diamanatkan memimpin daerah dalam pembangunannya mengedepankan budaya.
Dengan demikian, kekuasaan yang diemban semata-mata untuk membangun dengan mengedepankan budaya sehingga kekuasaan itu punya wajah keadaban.
Dalam konteks itu pula, PDI Perjuangan akan menggagas para kepala daerah yang punya prestasi baik dan daerahnya menonjol dari sisi budaya untuk bekerja sama agar bisa terkoneksi.
"Misalkan nanti Jogja bekerja sama dengan beberapa daerah di Bali, itu akan pendidikan budaya di Jogja bisa lebih berkembang dan benar-benar menjadi pusat budaya Indonesia," terangnya.
Menurut Hasto, dengan menjadikan Jogja sebagai pusat budaya, nantinya pasangan Imam-Fadli akan memastikan terwujudnya tradisi kebudayaan yang mencerminkan bagaimana Pancasila hidup mengakar dalam keseharian masyarakat Yogyakarta yang dikenal sangat toleran, dan bergotong royong.
"Kami menaruh perhatian di Jogja ini, agar mereka yang ada di sini entah itu mereka yang belajar atau mereka bekerja, bisa merasajak wajah budaya Indonesia yang begitu menyejukkan," ungkap Hasto.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyampaikan agar para relawan mau melakukan kerja politik meyakinkan rakyat untuk memilih pasangan Imam-Fadli. Lakukan sosialisasi dari pintu ke pintu dan gethok tular untuk menyampaikan salam dari Presiden Jokowi dan Ibu Megawati Soekarnoputri tentang bagaimana pentingnya mensinergikan program pemerintah pusat dengan daerah.
"Sampaikan kepada rakyat Jogja bahwa kita akan lahirkan pemimpin yang tidak hanya bisa memberikan izin hotel saja. Tetapi kita berikan harapan akan hadirnya pemimpin yang memahami bagaimana kebutuhan warganya," ungkap Hasto.
"Sekarang rakyat Jogja tentu sudah banyak yang gelisah dengan kemacetan dimana-mana, Malioboro-nya sudah kotor, dulu banyak kreasi seninya tetapi sekarang hilang. Itu semua harus dikembalikan agar Jogja dibangun untuk betul-betul bergelora jadi pusat budaya Indonesia," pungkasnya.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya