Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (KRI RJW-992) terus disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan gratis. Layanan ini khusus ditujukan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera Utara. Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menegaskan komitmen tersebut, memastikan bantuan medis esensial tersedia.
Kehadiran KRI rumah sakit di Sibolga merupakan wujud nyata dari peran aktif TNI Angkatan Laut. Mereka berupaya memastikan percepatan penanganan darurat bagi seluruh korban banjir yang membutuhkan bantuan. Salah satu bentuk pelayanan vital yang telah berhasil dilakukan adalah perawatan medis intensif bagi korban luka.
Seorang korban banjir bernama Roy Alfi Wahyudi Nasution (23) dari Sibolga telah menerima penanganan khusus. Ia menderita patah tulang paha kanan dan langsung mendapatkan tindakan operasi terbaik dari tim medis di KRI tersebut. Kondisi pasien saat ini dilaporkan dalam keadaan baik dan stabil setelah prosedur medis.
Advertisement
Advertisement
Peran Vital KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam Penanganan Bencana
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 berfungsi sebagai fasilitas medis apung yang sangat krusial dalam situasi darurat bencana. Dengan peralatan lengkap dan tim medis spesialis, kapal ini mampu memberikan penanganan medis komprehensif. Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyatakan, "Kehadiran KRI RJW-992 di Sibolga merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut untuk memastikan percepatan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak."
Layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh KRI rumah sakit ini mencakup berbagai jenis penanganan, mulai dari pemeriksaan umum hingga operasi kompleks. Respons cepat dari tim medis di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat memastikan korban banjir mendapatkan pertolongan segera. Hal ini sangat penting mengingat kondisi infrastruktur kesehatan yang mungkin terganggu pascabencana di beberapa wilayah.
Tidak hanya beroperasi di Sibolga, komitmen KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat dan unsur armada laut lainnya diperluas untuk mendukung proses pemulihan di seluruh wilayah Sumatera yang terdampak. TNI Angkatan Laut berupaya memastikan setiap korban banjir mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak. Ini menunjukkan kesiapsiagaan penuh dari KRI rumah sakit dalam misi kemanusiaan.
Advertisement
Advertisement
Kisah Penyelamatan Medis di KRI Rumah Sakit
Salah satu kasus yang menyoroti efektivitas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat adalah penanganan Roy Alfi Wahyudi Nasution, seorang warga Kampung Santeong, Kota Sibolga. Roy mengalami patah tulang paha kanan akibat bencana banjir yang melanda. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan mempercepat pemulihan.
Setelah dievakuasi ke KRI rumah sakit, Roy langsung mendapatkan pelayanan terbaik dari dokter yang bertugas. "Pasien langsung mendapatkan tindakan operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) pemasangan plat oleh tim dokter spesialis ortopedi KRI RJW-992 sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan penanganan medis pascabencana," jelas Laksamana Madya TNI Denih Hendrata.
Tindakan operasi ORIF ini merupakan prosedur kompleks yang membutuhkan keahlian khusus dan fasilitas memadai, yang semuanya tersedia di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata kapabilitas KRI rumah sakit dalam menangani kasus-kasus medis serius di tengah situasi darurat. Pasien kini dalam kondisi baik dan sedang dalam masa pemulihan.
Advertisement
Selain KRI rumah sakit, TNI Angkatan Laut juga mengerahkan KRI pengangkut logistik untuk memastikan bantuan non-medis juga tersalurkan. Seluruh unsur armada laut akan terus dikerahkan demi mendukung proses pemulihan pascabencana di Sumatera. Upaya terpadu ini menunjukkan keseriusan TNI AL dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews