Ketum PP Muhammadiyah Usul Kampanye Capres dan Cawapres Dipangkas Minimalisir Gesekan

Jumat, 8 Februari 2019 08:31 Reporter : Darmadi Sasongko
Ketum PP Muhammadiyah Usul Kampanye Capres dan Cawapres Dipangkas Minimalisir Gesekan Ketum PP Muhammadiyah di Malang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai waktu kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden terlalu panjang. Sehingga rakyat terlalu larut dalam suasana kompetitif dan kontestasi para calon.

"Ke depan sebagai masukan, KPU (Komisi Pemilihan Umum) jangan terlalu lama lah proses politik ini, sampai 7 bulan ya," kata Haedar Nashir di Sarasehan Pra Tanwir Muhammadiyah di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (7/2).

"Agar rakyat juga tidak terbawa suasana, karena apapun politik itu pada arah yang kompetitif dan kontestasi akan selalu menimbulkan siapa lawan siapa dan kemudian menang kalah," sambungnya.

Dia menilai kubu yang sedang berkompetisi akan terlibat dalam suasana mencari dukungan dari berbagai elemen. Sehingga proses gesekan terjadi antar elemen tersebut.

"Kemudian masing-masing berikhtiar mencari dukungan sebesar-besarnya, yang akhirnya menimbulkan gesekan satu sama lain," terangnya.

Haedar tidak mengetahui pasti berapa bulan kampanye yang dianggap efektif dan cocok bagi masyarakat, karena memang butuh kajian lebih jauh. Tetapi dengan waktu yang pendek gesekan akan bisa diminimalisir.

"KPU jauh lebih tahu ya, tapi paling lama 4 bulan lah. Karena kan sudah terlatih baik yang kampanye maupun dikampayein. Nah kalau durasinya agak pendek, mungkin gesekannya teratasi," ungkapnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini