Wakil Presiden (Wapres) Ma'Ruf Amin mendatangi kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sabtu (31/8) sore ini. Kedatangan Ma'ruf berlangsung di tengah isu muktamar tandingan.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, Ma'ruf datang sekira 15.46 WIB. Dia diantar mobil Toyota Alphard dengan pengawalan dari Paspampres yang telah sejak siang mempersiapkan kedatangannya.
Setiba di kantor DPP PKB, Ma'ruf langsung disambut okeh Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Hasanuddin Wahid hingga Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar.
Ketiganya tampak mencium tangan Ma'ruf. Mereka pun langsung mempersilakan Ma'ruf masuk ke dalam kantor DPP PKB. Mereka langsung menggelar pertemuan.
Advertisement
Rapat Pleno dengan Cak Imin
Namun, agenda kedatangan Ma'Ruf yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB berlangsug tertutup. Bahkan awak media yang hadir tidak diperkenankan mendekat.
Meski demikian, Ketua Umum DKN Garda Bangsa Tommy Kurniawan yang ditemui di DPP PKB seusai jumpa pers pernyataan sikap atas penolakan muktamar tandingan sempat membenarkan kehadiran dari Ma'ruf. Dia mengaku tidak mengetahui agenda detail dari kedatangan Ma'ruf. Namun, sepengetahuannya, Ma'ruf yang menjabat Ketua Dewan Syuro akan mengikuti rapat pleno bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
"Iya benar (datang) sebagai Dewan Syuro. Belum tahu (pembahasan apa), katanya rapat pleno," ucap Tommy singkat.
Diketahui, Ma'ruf Amin kembali dipercaya menjabat Ketua Dewan Syuro DPP PKB berdasarkan hasil
Muktamar ke-VI yang digelar di Nusa Dua Bali, Minggu (25/8) lalu.
Advertisement
Isu Muktamar Tandingan
Beberapa jam sebelum kedatangan Wapres Ma’Ruf Amin, Badan Otonom Kepemudaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), DKN Garda Bangsa sempat menyampaikan pernyataan sikap mengecam muktamar tandingan yang bakal berlangsung pada awal September 2024 nanti.
Sikap itu dibacakan langsung Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Tommy Kurniawan.
"Kami sebagai kader Garda Bangsa di seluruh Indonesia mengecam keras. Bahkan tidak segan-segannya kami akan membubarkan secara paksa apabila ada orang-orang yang ingin menggelar Muktamar tandingan atau mengganggu Partai Kebangkitan Bangsa," kata Tommy di DPP PKB, Jakarta, Sabtu (31/8).
Isu muktamar tandingan sempat dihembuskan oleh mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy bersama dengan rekan-rekannya. Mereka menyatakan akan membuat muktamar PKB tandingan di Jakarta.
Sekretaris Fungsionaris DPP PKB A Malik Haramain mengatakan, pihaknya menerima mandat untuk menggelar muktamar PKB di Jakarta pada tanggal 2 hingga 3 September 2024 mendatang.
"Mandat yang kami terima itu, agar kita membuat muktamar. Muktamar kita adalah muktamar yang didukung secara moral oleh pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yaitu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kita jadwalkan tanggal 2 hingga 3 September di Jakarta," kata Haramain saat konferensi pers di Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (25/8) dini hari.