Kapitra sebut Ma'ruf Amin berjasa keluarkan fatwa Ahok, 212 pantas pilih Jokowi

Kamis, 11 Oktober 2018 17:07 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kapitra Ampera. ©2018 Liputan6.com/Delvira

Merdeka.com - Eks pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengatakan pasangan presiden yang pantas dipilih alumni 212 adalah paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebab, dia mennilai Ma'ruf Amin menjadi landasan gerakan 212.

"Saya ini kami ini adalah aktivis 212 tiang besar dari 212. Tiang itu tidak akan ada kalau tidak ada pondasi dan runway-nya adalah pak Kiai Ma'ruf Amin," kata Kapitra di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Caleg PDIP itu menjelaskan awal lahirnya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI karena terbitnya fatwa terkait penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kapitra menyebut fatwa itu keluar langsung dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

"Di situlah lahirnya GNPF MUI, jadi kiai Ma'ruf adalah tokoh penting dalam gerakan aksi bela Islam. Maka muncul istilah ijtima ulama dan sebagainya," imbuhnya.

Kapitra menegaskan kalau alumni 212 bergerak demi bela Islam, sepantasnya yang didukung adalah Ma'ruf Amin selaku ulama.

"Karena maaf Prabowo dan Sandi bukan ulama. Kalau mengatakan gerakan aksi bela Islam termasuk PA 212 di situ orientasinya atau figurnya representasinya adalah kiai Ma'ruf Amin," katanya.

Sebelumnya diberitakan, eks alumni 212 mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden petahana Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Kelompok ini mengatasnamakan Eks Alumni 212 kawal Ma'ruf Amin. Razman Arief Nasution menjadi Koordinator dan wakilnya Kapitra Ampera.

Sedangkan, Persaudaraan Alumni 212 menyatakan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Mereka menyatakan dukungan lewat ijtima ulama GNPF. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini