Jokowi: Untungnya Saya Kurus, Kalau Disodok Kanan Kiri Bisa Menghindar
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengaku sering mendapatkan tekanan dari berbagai pihak setiap mengeluarkan kebijakan. Namun dia bersyukur memiliki postur badan yang kurus.
Hal itu dia ungkapkan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Hall Basket, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/2).
Mulanya Jokowi mengeluhkan dirinya sering dituduh proasing. Padahal berbagai kebijakan dan kinerja yang ia lakukan selama ini berpihak kepada rakyat Indonesia.
"Disebut antek asing, tapi Blok Mahakam, blok besar sejak 2015 sudah 100 persen dikelola oleh Pertamina. Cuma saya diam, saya maunya kerja," ujar Jokowi.
Kemudian Freeport, dulu pemerintah Indonesia hanya mendapatkan keuntungan 9,1 persen. Namun di era kepemimpinannya, Indonesia bisa mendapat keuntungan hingga 51,2 persen setelah negosiasi panjang selama empat tahun.
"Artinya saham pengendali yang ada di Indonesia ini kita yang mengendalikan," kata mantan Gubernur DKI Jakarta.
Menurutnya, butuh perjuangan luar biasa agar Indonesia mendapatkan keuntungan sebesar 51,2 persen dari Freeport. Karena banyak tekanan politik yang ia dapatkan. Namun Jokowi tetap bersikukuh ingin mendapatkan keuntungan sebesar itu.
"Dipikir enggak ada intrik apa. Enggak ada tekanan politik apa. Semua tekan sana dan sini. Emang itu dipikir mudah dan gampang," ucap Jokowi menegaskan.
Beruntung Jokowi tahan terhadap berbagai tekanan tersebut. Hal itu, kata dia, karena postur tubuhnya yang kurus sehingga mudah menghindari tekanan yang datang dari berbagai arah.
"Untungnya saya ini kurus. Jadi kalau disodok dari kanan saya bisa hindar ke kiri. Disodok dari depan ya hindar ke belakang," ucap Jokowi berseloroh.
Reporter: Nafiysul QodarSumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya