Jokowi Dituding Cawe-Cawe di Pemilu 2024, Golkar Nilai Statement Tak Mendasar

Senin, 29 Agustus 2022 03:39 Reporter : Alma Fikhasari
Jokowi Dituding Cawe-Cawe di Pemilu 2024, Golkar Nilai Statement Tak Mendasar Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulus. Alma Fikhasari

Merdeka.com - Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat Pemilu 2024 tidak adil jika ikut campur dalam menentukan koalisi dan pencapresan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk Paulus menegaskan bahwa tidak ada campur tangan Presiden Jokowi dalam menentukan koalisi maupun calon presiden untuk Pemilu 2024.

"Saya pikir kalau itu statement saya katakan tidak berdasar, karena partai politik punya kekuasan sendiri. Undang-Undang kita, Undang-Undang parpol menyatakan parpol mencalonkan capres atau calon pimpinan nasional dari partai masing-masing," kata Lodewijk, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (28/8).

"Tidak ada Pak Jokowi dibilang memcawe-cawe urusan koalisi gitu loh saya pikir tidak berdasar," tegas dia.

Dia mengatakan bahwa Jokowi merangkul semua ketua umum partai politik. Terlebih ketiga ketua umum yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) merupakan pembantu presiden di Kabinet Indonesia Maju dan hal itu merupakan hal wajar.

"Kebetulan KIB ketum tiga-tiganya pembantu beliau Pak Airlangga Menko Perekonomian, Suharso Bappenas, Zulhas Mendag. Jadi ya kalau mereka komunikasi-komunikasi itu jangan melihat konteks komunikasi dengan KIB, tetapi beliau sebagai pimpinan pemerintah dengan pembantu-pembantunya gitu loh," imbuh Lodewijk.

2 dari 2 halaman

Politikus Demokrat Dengar Ada Upaya Jegal Anies Maju Capres 2024

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mengaku mendengar ada upaya untuk menjegal pencalonan Anies Baswedan menjadi calon Presiden di Pemilu 2024. Manuver itu dilakukan dengan menggembosi koalisi yang berniat mengusung Anies.

Namun, Andi tidak membocorkan pihak yang bermanuver tersebut. Informasi itu dibagikan Andi lewat cuitan di akun twitternya @Andiarief_.

"Saya mendengar demikian (upaya menjegal Anies jadi Capres)," kata Andi saat dikonfirmasi soal cuitannya tersebut, Minggu (28/8).

Dalam cuitannya, Andi mengatakan, Pilpres 2024 tidak akan berjalan adil jika Presiden Joko Widodo ikut campur menentukan koalisi dan pencapresan.

"Pilpres 2024 hampir dipastikan tidak adil proses dan hasilnya selama Presiden Jokowi ikut cawe-cawe. Orang yang berkuasa bisa melakukan apa saja, dan bisa menakutkan," ujar dia.

Dia berharap tak ada 'tangan' penguasa ikut menggagalkan Anies maju Capres. Sebab, menurut Andi, seseorang maju dalam kontestasi Pilpres adalah hak.

Andi lantas menyinggung ucapan Jokowi yang meragukan tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi sudah didukung oleh parpol. Dia menegaskan, Presiden bukan pihak yang menentukan seseorang bisa dicalonkan menjadi Capres. Keputusan soal Capres ada di partai politik.

"Siapa yang paling berhak bicara calon dengan elektabilitas tinggi belum tentu dicalonkan? Bukan Presiden, tapi pengambil keputusan di Partai," tutup Andi.

Nama Anies menjadi salah satu kandidat kuat Capres 2024. Sejumlah partai sudah terang-terangan berniat mencalonkan Anies, di antaranya PKS, PAN dan NasDem. [gil]

Baca juga:
Reaksi Ganjar Pranowo Tahu Namanya Masuk Kandidat Capres PAN
Kemungkinan Duet di Pilkada DKI, Zaki Iskandar dan Riza Patria Beri Jawaban Kompak
Gelar Rapimda, Golkar DKI Jakarta Tegaskan Komitmen Usul Airlangga Capres 2024
Capres Alternatif Berpeluang Muncul di Last Minute, Ini Analisisnya
PAN: Puan Tokoh Capres Potensial Diusung di 2024
Harapan Jokowi: Muncul Pemimpin yang Turun Bertemu Rakyat Bukan Duduk Enak di Istana
Politikus Demokrat Dengar Ada Upaya Jegal Anies Maju Capres 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini