Jokowi dan Prabowo Bertemu, Dedi Mulyadi Gelar Khitanan Massal

Minggu, 14 Juli 2019 12:51 Reporter : Aksara Bebey
Jokowi dan Prabowo Bertemu, Dedi Mulyadi Gelar Khitanan Massal Pertemuan Jokowi-Prabowo usai Pemilu 2019. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menggelar khitanan massal dan pagelaran seni. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk syukuran terhadap momen pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Khitanan massal diikuti oleh 206 anak. Acara dilanjutkan dengan gotong singa dan pagelaran wayang golek oleh empat dalang sekaligus di Purwasari, Kabupaten Karawang, Sabtu (13/7).

"Pertemuan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo harus disyukuri dan dirasakan oleh masyarakat. Makanya saya gelar pertunjukan seni dan khitanan massal," katanya saat dihubungi, Minggu (14/7).

Menurutnya, pertemuan antara kedua tokoh yang bertarung dalam Pilpres 2019 bisa meredakan ketegangan antar elite politik dan masyarakat. Sudah saatnya seluruh elemen secara bersama-sama membangun bangsa.

"Kegiatan seni, gotong singa punya makna filosofi bangsa ini harus digotong secara bersama-sama," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengakui jika momen pertemuan Prabowo dan Jokowi tak sedikit membuat kekecewaan sebagian elemen masyarakat maupun politisi. Namun, ia mengajak semua pihak untuk tidak meladeni mereka.

Fokus dan konsentrasi lebih baik dititikberatkan pada hal yang positif dari pertemuan Jokowi dan Prabowo. Salah satunya, iklim para pelaku ekonomi akan lebih baik.

"Walaupun misalnya di media sosial ada yang kecewa, hal itu cukup biasa. Yang terpenting dampaknya sangat baik buat Indonesia," ungkapnya.

Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo menghadirkan spekulasi Gerindra yang bisa bergabung sebagai partai pendukung pemerintah. Hanya saja, Dedi memilih untuk tidak terlalu mempersoalkannya lebih lanjut.

"Yang paling penting pak prabowo dan pak jokowi itu tidak ada permusuhan. Keduanya bersahabat kemudian andaikata berbeda paham, pandangan, karena itu adalah faktor politik di mana kedua-duanya harus mencari simpati kepada para pemilih. Sekarang tidak ada lagi cebong kampret," tegas Dedi. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini