Jokowi bersiap Pilpres 2019, capres lain kemana?

Sabtu, 9 September 2017 08:04 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Jokowi bersiap Pilpres 2019, capres lain kemana? Presiden Jokowi berulang tahun. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah bersiap menghadapi pertarungan Pilpres 2019. Dia sudah menginstruksikan kepada para relawannya, Projo, untuk mulai mensosialisasikan kesuksesan program pemerintah selama memimpin negeri ini.

Jokowi tak ingin menteri di kabinet turut campur urusan politik. Karena itu, Jokowi menegaskan, Projo yang bertanggung jawab untuk mulai kampanye kepada masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

Jokowi memang calon kuat pada Pilpres 2019. Selain karena incumbent, Jokowi telah didukung oleh Golkar, Hanura, PPP dan NasDem untuk maju. Sementara capres lain, masih wacana dan belum mendapatkan dukungan konkret.

"Pak Jokowi sudah melaju dengan relawannya, istilahnya sudah start sudah disuruh maju, yang lain mana? Yang lain ini kalau enggak kelihatan berarti Pak Jokowi ini sampai finish duluan. Saya kira itu maknanya. Pak Jokowi sudah memanaskan mesin," kata Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/9).

Prabowo Subianto misalnya. Sejauh ini baru Partai Gerindra yang menyatakan bakal kembali mengusung Prabowo. Namun, suara 10 persen Gerindra tak cukup untuk meloloskan tiket Prabowo maju di Pilpres 2019, jika merujuk pada UU Pemilu yang mengharuskan 20 persen presidential threshold. Meskipun, UU ini masih proses gugatan di MK.

Nama lain ada Ketua MPR Zulkifli Hasan. Zulkifli diusulkan PAN untuk maju jadi capres. Lagi-lagi baru sebatas wacana. Ketua Umum PAN itu juga masih malu-malu menyatakan siap untuk bertarung di pemilu dua tahun lagi nanti.

Fahri Hamzah mendesak, capres-capres lain sudah mulai mendeklarasikan diri. Hal ini baik bagi demokrasi Indonesia. Selain bisa memperkenalkan diri ke masyarakat lebih lama bagi si capres. Perkenalan capres sejak dini juga bisa menambah wawasan pemilih nantinya, apakah tokoh tersebut layak dipilih atau tidak.

"Dan beliau (Jokowi) sudah manasin mesin nah kandidat yang lain mana kok mesinnya belum dihidupin? Apa karena enggak punya duit atau karena enggak punya kepercayaan diri? Atau belum jelas? Atau enggak percaya enggak dapet tiket, sementara Pak Jokowi sudah dapat?" terangnya.

Jusuf Kalla (JK), sebagai pendamping Jokowi di pemerintahan masih bisa mencalonkan diri sebagai capres di 2019. Sayang, JK sudah memastikan diri untuk pensiun dari politik di usianya yang sudah 70 tahun.

Munculnya calon-calon pesaing Jokowi, kata Fahri, bisa memicu dialektika persaingan di Pilpres. Fahri mengusulkan, relawan-relawan dari tiap bakal calon membuat debat sebelum debat resmi yang diselenggarakan KPU.

"Maksudnya supaya ada dialektika gitu. Sementara Pak Jokowi sudah manasin mesin masa yang lain enggak manasin mesin. Ayolah sehingga kita menyelenggarakan satu dialektika yang lebih sehat," ujar Fahri. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi
  2. Pemilu 2019
  3. Jakarta
  4. Joko Widodo
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini