Jelang debat, Khofifah pilih jalan-jalan ke Pusat Grosir Surabaya
Merdeka.com - Sehari jelang debat kandidat tahap 2 tidak dimanfaatkan calon Gubernur Jawa Timur nomor 1 Khofifah Indar Parawansa untuk libur dari kegiatan kampanye. Dia memilih blusukan ke Pusat Grosir Surabaya (PGS) untuk menyapa para pedagang dan juga pengujung.
Antusiasme masyarakat menyambut Khofifah begitu besar. Lorong-lorong pasar mendadak macet dan heboh lantaran mengantre agar dapat berswafoto dengan Khofifah.
"Sukses ya Bu Khofifah, bismillah semoga menang," ucap salah para pengunjung PGS bergantian mendoakan Khofifah, Senin (7/5).
Selama blusukan ke PGS, tak sekali dua kali Khofifah berhenti dan berbelanja. Mantan Menteri Sosial ini juga tampak belanja mukenah di salah satu stan di PGS.
Khofifah mengatakan, perjalanan ke pasarnya kali ini merupakan aksi kampanye sekaligus persiapan jelang debat publik yang kedua. Karena tema debat adalah ekonomi, dia memilih untuk navigasi program di pusat pergerakan ekonomi di Jawa Timur.
"Besok kan temanya ekonomi, ini lakukan navigasi program ke PGS ini kan juga sebagai langkah persiapan, navigasi program," ujarnya.

Menurutnya, pasar adalah pusat pergerakan ekonomi skala kecil hingga menengah. Di mana UKM di Jawa Timur memberikan kontribusi besar untuk PDRB Jawa Timur. Sehingga momen blusukan menjadi penting untuk melihat arus ekonomi.
"Usaha kecil dan menengah ini signifikan memberikan kontribusi untuk PDRB jawa Timur. Kontribusi usaha kecil menengah itu besar menjadi 54 persen supplier PDRB di Jawa Timur, dan itu yang membutuhkan penguatan," jelasnya.
Dalam Nawa Bhakty Satya, Khofifah mengatakan, banyak program yang dicanangkan untuk pemberdayaan ekonomi tingkat mikro, kecil maupun menengah. Sebut saja Jatim Berdaya, pusat informasi super koridor, dan juga sejumlah program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Yang jelas untuk debat besok, saya dan Mas Emil akan menyiapkan kejutan, tunggu ya," kata Khofifah.
Tidak hanya itu, Khofifah menyebutkan bahwa kondisi di PGS ini sangat terbalik dengan kondisi Tempat Penjualan Sementara (TPS Pasar Turi). Pasalnya pedagang yang berjualan di PGS kebanyakan dari Pedagang Pasar Turi lama.
"Kita bisa menyandingkan suasana TPS dengan PGS, beda sekali. Di TPS kita temukan penjual yang menangis, suaminya sampai meninggal beban, berjualan di TPS kok sampai 12 tahun, tentu ini jadi PR besar," tutup Khofifah. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya