Ical sebut sudah didatangi enam calon yang siap maju di Munaslub

Kamis, 7 Desember 2017 22:46 Reporter : Ronald
Aburizal Bakrie dan DPD I Golkar. ©2017 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical disambangi oleh para petinggi DPD I Partai Golkar, di kediamannya, di Jalan Ki Mangunsarkoro No 42, Jakarta Pusat. Kedatangan para petinggi DPD I untuk membahas Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Usai pertemuan, Ical mengatakan telah disepakati bahwa Munaslub untuk mempersatukan Partai Golkar. Selain itu, Ical berharap dalam Munaslub nanti para calon ketua umum untuk dapat bersaing secara sehat. Apabila menang, ketua umum baru diminta untuk merangkul para pesaingnya dengan menunjuk masuk ke dalam struktur kepengurusan.

"Kemudian juga calonnya itu berjuang untuk kemenangan, karena ketua umum hanya satu tetapi semua calon bersepakat mengajak calon-calon lainnya masuk dalam kepengurusan bila kepengurusan itu terbentuk pada nantinya. Tidak boleh kalau menang, hanya kubu ini yang masuk kepengurusan. Hanya kubu ini yang boleh berada pada pimpinan-pimpinan dan badan kelengkapan DPR. Jadi harus semua masuk, semua calon-calon yang ada mesti dimasukan juga sehingga Golkar akhrnya bersatu. Tidak ada lagi kubu-kubuan dalam partai Golkar," kata Ical di kediamannya, Kamis (7/12) malam.

Terkait Munaslub, Ical mengaku telah didatangi oleh enam kader yang menyatakan siap maju dan bersaing memperebutkan posisi ketua umum menggantikan Setya Novanto. Mereka adalah Airlangga Hartarto, Idrus Marham, Aziz Syamsuddin, Wisnu Suhardono, Priyo Budi Santoso, dan Titiek Soeharto.

"Yang saya tahu yang datang sama saya. Yang datang sama saya, Airlangga Hartarto, Pak Idrus Marham, Aziz Syamsuddin, Priyo Budi Santoso, Whisnu Suwardhono, dan kemudian kalau mbak Titiek (Soeharto) kebetulan ketemu dan kita bicara sedikit. Dan itu ada enam paling tidak yang sudah menyatakan akan maju sebagai calon ketua umum," jelasnya.

"Kalau tidak datang, mereka baru pakai WhatsApp. Saya selalu balas WhatsApp, selalu balas smsnya, selalu balas semua. Tadi ada yang telepon saya ini dan sebagainya," sambungnya.

Sementara itu, terkait posisi Ketua DPR RI, Ical menyebutkan itu menjadi kewenangan dirinya sebagai Ketua Dewan Pembina dengan Ketua Umum yang baru nantinya.

"Ketua DPR itu hak daripada Ketua Umum dan tentu Dewan Pembina. Belum ada pembicaraan apa-apa," ujarnya. [rzk]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.