Hanura Tegaskan Jokowi Menang di DKI Bukan Karena Uang Adik Prabowo
Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo protes pernyataan Jokowi di debat Capres 17 Januari lalu. Hashim mengungkap bahwa dirinya berkali-kali ditemui Jokowi yang meminta bantuan untuk Pilgub DKI 2012 lalu.
Namun pengungkapan Hashim itu dipandang sinis Waketum Hanura Gede Pasek Suardika. Menurut dia, seolah Jokowi menang Pilgub DKI 2012 karena uang Hashim, bukan pilihan warga Jakarta.
"Seakan-akan berkat yang bersangkutan bisa jadi Gubernur bukan karena rakyat," kata Pasek kepada merdeka.com, Kamis (24/1).
Pasek menegaskan, saat itu rakyat Jakarta memilih karena sosok Jokowi. Sosok Jokowi dinilai mampu membenahi Jakarta kala itu.
"Rakyat Jakarta memilih, bukan karena uangnya yang bersangkutan. Coba saja ditanyakan ke pemilih Jokowi di Jakarta. Mereka milih karena memang yakin Jokowi yang pas dan pantas," tambah Pasek.
Dia menganggap, Hashim terkesan telalu merendahkan pemilih Jakarta denga uang. Menurut dia, Pilgub DKI bukan seperti hitungan dagang.
"Terlalu merendahkan pemilih di Jakarta dengan hitungan uang saja. Politik itu bukan hitungan dagang dan hitung untung rugi. Tapi pengabdian terbaik untuk rakyat. Janganlah nurani rakyat dihitung dengan hitungan dagang," tutup dia.
Sebelumnya, debat pertama beberapa waktu lalu, Capres Jokowi mengklaim tidak mengeluarkan uang saat Pilgub DKI 2012 silam saat menjawab pertanyaan biaya politik mahal. Pernyataan Jokowi ini langsung dibantah kubu Prabowo Subianto karena telah membohongi publik. Hashim Djojohadikusumo adik dari Prabowo mengatakan dirinya yang telah membiayai Jokowi saat Pilgub.
"Pak Jokowi tidak keluarkan uang karena uangnya dari saya. Uangnya dari saya itu kenyataan itu. Saya kira ya maaf ya tidak benar itu," kata Hashim di media center Prabowo-Sandi, Senin (21/1) malam.
"Maka saya heran waktu di debat kok enggak pakai uang, maaf ya ini tidak logis. Di Indonesia untuk setiap pencalonan harus ada uang, untuk bayar saksi itu berapa, minimal Rp 100 ribu atau Rp 300 ribu," sambungnya.
Hashim menampik bila menggelontorkan dana untuk Jokowi sebanyak Rp 600 miliar pada Pilgub DKI 2012. Dia hanya mengaku mengeluarkan uang yang sangat besar. Hashim mengaku memiliki bukti tersebut. Dia berani membuktikan bila pertanyaan diprotes oleh Jokowi.
"Beberapa kali Pak Jokowi datang ke kantor saya cukup sering dan minta bantuan waktu itu yah karena Pak Prabowo yang usung Jokowi juga Ahok. Kan dari kami walau pun pak Jokowi dari PDIP tapi Pak Prabowo yaang usulkan Jokowi ke Mega," ungkap Hashim.
"Pada awalnya Bu Mega enggak mau ke Jokowi tapi Prabowo desak dan akhirnya bu Mega setuju. Mengenai dana pak Jokowi beberapa kali datang ke saya dan saya ada catatan itu ada data itu kami bantu untuk Pak Jokowi," sambungnya.
Politikus Partai Gerindra itu mengaku tak meminta proyek atau bisnis apapun ke Jokowi sebagai timbal balik. Hashim hanya minta Jokowi menuntaskan jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta selama satu periode. Baginya, Jokowi mendapatkan tiket gratis dari Gerindra dan dia berharap ada pemerintahan bersih di Jakarta.
"Lima tahun kerja satu masa jabatan untuk Jakarta dan saya tidak minta proyek tidak minta apa-apa. Kemudian ketika dia sudah jadi gubernur saya minta saya jadi pengawas Ragunan di situ karena saya sangat cinta dengan satwa liar dan binatang. Tapi kalau bisnis dan proyek saya enggak pernah minta dan beliau tidak pernah janji," tuturnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya