Golkar Yakin Airlangga Diterima Kalangan Nasionalis dan Kelompok Islam

Minggu, 8 Mei 2022 19:29 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Golkar Yakin Airlangga Diterima Kalangan Nasionalis dan Kelompok Islam Menko Airlangga. istimewa ©2022

Merdeka.com - Golkar daerah menyambut positif pertemuan Ketum Airlangga Hartarto dengan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu (7/5). Meski pertemuan berbalut silaturahmi lebaran, momen tersebut tak bisa lepas dengan rencana koalisi Demokrat dan Golkar di Pemilu 2024.

Ketua DPD Golkar Bandung, Edwin Senjaya mengatakan, pihaknya bulat mendukung Airlangga sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Dia pun mendukung apabila nantinya Airlangga memilih AHY sebagai cawapresnya.

"Kita sebagai Kader Golkar di daerah akan selalu mendukung Ketum kita Airlangga Hartarto untuk maju sebagai Capres." katanya kepada merdeka.com, Minggu (8/5).

"Soal berpasangan dengan siapapun tidak masalah, termasuk dengan AHY yang penting menang," tegas Edwin.

Edwin merasa, Pemilu 2024 sudah saatnya Golkar menjadi pemenang pemilu. Dia menyerukan adanya perubahan demi Indonesia lebih baik lagi ke depan.

Edwin meyakini, Airlangga bisa diterima di kalangan nasionalis dan kelompok islam. Termasuk apabila nantinya berpasangan dengan AHY sekalipun.

"Warna Golkar kan jelas, agamis-nasionalis, nasionalis-agamis," terang dia.

Menurut dia, sampai saat ini Golkar Bandung juga telah gencar melakukan beragam strategi guna meningkatkan popularitas dan elektabilitas Airlangga sebagai calon presiden.

Baik melalui darat maupun udara, kata dia, Golkar Bandung gencarkan sosialisasi sosok Airlangga. Termasuk ke kader internal sendiri.

"Kita terus angkat dan publikasikan profil Airlangga Hartarto. Baik untuk internal kader partai maupun kepada masyarakat umum. Melalui medsos ataupun media berita, sosialiasi dalam kegiatan-kegiatan off line, dan lainnya," ungkap dia.

2 dari 2 halaman

Airlangga-AHY Redam Polarisasi

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno menilai Airlangga-AHY bisa menjadi pilihan untuk mengurangi polarisasi di tengah masyarakat. Khususnya labelisasi 'cebong' dan 'kadrun' yang selama ini menghiasi wajah politik nasional Indonesia.

"Bisa saja Airlangga dan AHY itu mengurangi polarisasi. Keduanya tidak masuk dalam lingkungan itu," ujar Adi.

Adi menilai, Pilpres 2024 mendatang perlu ada sosok-sosok yang bisa maju sebagai calon alternatif. Sebab polarisasi politik masih terasa hingga saat ini.

Menurut dia, polarisasi 'cebong' dan 'kadrun' berada dalam tiga nama yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

"Muncul nama-nama lain, seperti Airlangga dan AHY ini bisa menjadi daya tawar atau obat tawar," kata Adi.

Meski demikian, nama-nama alternatif itu masih bisa berubah. Adi menilai, silahturami AH dan AHY tidak lepas hasil lembaga survei terkait elektabilitas calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

"Tapi sejauh ini kan belum ada kejelasan apakah Airlangga Hartarto atau AHY akan berkoalisi dengan siapa," katanya.

Menurutnya, silaturahmi politik antar kedua pimpinan partai politik itu hal yang wajar. Apalagi menjelang Pemilu 2024 yang tinggal tersisa 2 tahun lagi. "Mungkin kegiatan-kegiatan seperti ini (silaturahmi politik) akan terus dilakukan," ucap Adi. [rnd]

Baca juga:
Ganjar Sowan ke Kiai NU di Makassar, Bahas Apa?
Demokrat: Banyak yang Ingin Duetkan AHY dan Anies Baswedan
Pengamat: Airlangga-AHY Pasangan Unik dan Menarik di Pemilu 2024
NasDem Bocorkan Sejumlah Nama Bakal Capres 2024, Ada Anies Hingga Ganjar
Sowan ke Ponpes Buntet Pimpinan KH Adib, Prabowo Disebut Capres Potensial 2024
Demokrat Tunggu Momentum dan Tiket dari Koalisi Sebelum Umumkan Capres
Internal Demokrat Inginkan AHY Maju Sebagai Calon Presiden 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini