Gerahnya PDIP soal sepak terjang Andi dan Rini di Istana

Jumat, 6 Februari 2015 08:13 Reporter : Agib Tanjung
Gerahnya PDIP soal sepak terjang Andi dan Rini di Istana Tim Transisi Jokowi-JK ke KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kubu PDI Perjuangan makin hari makin meradang. Sebagai partai utama pengusung Joko Widodo (Jokowi) dalam pilpres mereka kini merasa dipersulit mengakses sang presiden.

Para elite partai bahkan sulit menemui Jokowi di Istana. Tudingan pun dialamatkan ke lingkaran satu Jokowi yang disebut menghalangi akses itu.

Kemarahan PDIP ini bermula dari adanya tiga orang yang disebut-sebut tertuduh dan dijuluki 'Trio Macan Istana' yang menjauhkan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mereka yakni Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Seskab Andi Widjajanto.

Rini Soemarno misalnya. Dia selama ini dikenal dekat dengan Megawati Soekarnoputri. Sedangkan Luhut Panjaitan dikenal sangat dekat dengan Jokowi. Sementara nama Andi Widjajanto juga bukan pertama kali didengar. Sejak dia menduduki deputi di Rumah Transisi, Andi ikut menyeleksi pengisi Kabinet Kerja Jokowi.

Namun, kedekatan 'Trio Macan' dengan PDIP itu merenggang saat satu per satu mendapat jatah dari Jokowi. Sumber itu mengatakan jika pergantian Kapolri ini ditunggangi kepentingan tiga orang ini. Mereka disebut-sebut menolak Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Mereka dituding membocorkan surat usulan nama Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Salah satu elite PDIP pun geram dan banyak bicara soal Andi Widjajanto dan Rini Soemarno. Berikut rangkuman merdeka.com, Jumat (6/2) pagi:

2 dari 4 halaman

Andi Widjajanto dan Rini Soemarno diminta mundur

dan rini soemarno diminta mundur rev3Effendi Simbolon jenguk Emir Moeis. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Politikus PDIP Effendi Simbolon meminta Seskab Andi Widjajanto dan Menteri BUMN Rini Soemarno mundur dari pemerintahan. Effendi beralasan Andi dan Rini membuat kebijakan pemerintah berhaluan liberal.

"Harus secepatnya melengserkan dua orang itu (Rini Soemarno dan Andi Widjojanto) dan seluruh kroninya. Ini kan geng-gengnya Kuntoro Mangku yang mencengkeram dunia persilatan Jokowi," kata Effendi di gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (5/2).

Menurutnya dua orang itu adalah aktor utama kesemrawutan kebijakan Jokowi. Hampir semua kebijakan Jokowi saat ini jauh dari haluan PDIP.

"Artinya bukan dua ini saja, presiden sudah dilingkari, dikepung paham liberal tadi yang sangat pragmatis. Ini masuk ke sendi-sendi kebijakan politik, ekonomi, sosial budaya, dan masalah strategis lainnya," terang dia.

Lanjut dia, Presiden Jokowi harus segera sadar akan realitas di Istana tersebut. Jokowi harus kembali ingat sebagai kader PDIP.

"Kita minta presiden agar sadar, itu bertentangan dengan ajaran mazhab kita, aliran kita. Sepanjang Pak Jokowi juga menyadari dirinya kader PDIP," pungkas dia.

3 dari 4 halaman

Andi dan Rini cuma manfaatkan kepercayaan Megawati

rini cuma manfaatkan kepercayaan megawati rev3Effendi Simbolon jenguk Emir Moeis. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Politikus PDIP Effendi Simbolon meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali ke ideologi partai banteng. Effendi menuding ada paham liberal yang saat ini mengepungnya di Istana.

"Pak Jokowi anda juga harus eling (sadar) dong, kembali ke khittoh PDIP. Kita minta presiden agar sadar, itu bertentangan dengan ajaran mazhab kita (PDIP), aliran kita," kata Effendi di gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (5/2).

Menurutnya kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan menteri Kabinet Kerja seperti penyertaan modal negara untuk BUMN berpotensi jadi Century jilid II. Apalagi persoalan meliberalkan BBM subsidi ke mekanisme pasar dan kebijakan freeport.

"Gengnya Rini Soemarno seperti mafia, dia mafioso, dia enggak boleh di dalam. Seorang Rini Soemarno dan Andi Widjojanto harus mundur, karena anda sudah begitu rendah di mata kita (PDIP)," terang dia.

Lanjut dia, dua orang itu selama ini yang menjadi penumpang gelap kemenangan Jokowi. Mereka memanfaatkan kepercayaan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Dua orang ini yang ikut memanfaatkan dan menunggangi selama ini. Dia memang kader PDIP tapi menumpang, memanfaatkan kepercayaan Bu Mega," pungkas dia.

4 dari 4 halaman

Andi dituding tukang distorsi dan Rini agen asing

tukang distorsi dan rini agen asing rev3Masinton Pasaribu. ©2015 Merdeka.com/Twitter @Masinton

Politikus PDIP Masinton Pasaribu menilai Menteri BUMN Rini Soemarno dan Seskab Andi Widjajanto adalah aktor yang menjauhkan Presiden Jokowi dengan partainya. Bahkan, informasi yang disampaikan ke Jokowi pun tidak steril.

"Rini Soemarno dan Andi Widjojanto menjauhkan PDI Perjuangan dengan presiden. Andi Widjojanto suka mendistorsi informasinya. Dua orang ini jauhkan Jokowi dari partai, menjauhkan dengan relawan, menjauhkan dengan rakyat," kata Masinton di gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (5/2).

Menurutnya, banyak kader PDIP yang meminta meminta kedua orang tersebut harus dievaluasi. Hal itu demi menjaga kemurnian kebijakan Jokowi.

"Kader-kader partai minta kedua orang itu dievaluasi. Agar apa yg disampaikan presiden sampai ke rakyat," terang dia.

Lanjut dia, Rini Soemarno selalu ada di setiap rezim penguasa. Dia disinyalir sebagai agen asing.

"Rini Soemarno hidup dari satu penguasa ke penguasa lain. Bahasa gamblangnya operator yang jalankan kepentingan asing, kompradorlah, agen asing," pungkas dia. [ren]

Baca juga:
Politikus PDIP tuding Andi tukang distorsi dan Rini agen asing
Ramai-ramai membantah isu 'Trio Macan Istana'
Ini kata Puan Maharani soal isu 'Trio Macan Istana'
Saat hubungan Jokowi dan PDIP diganggu manuver 'Trio Macan' & Projo

{paging_intro} {paging_nav}
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini