Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

FX Rudy Bela Mati-matian Ganjar: Dia Sangat Menghargai Ketua Umum Megawati

FX Rudy Bela Mati-matian Ganjar: Dia Sangat Menghargai Ketua Umum Megawati Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo dan Gubernur Ganjar Pranowo. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kritik keras politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Trimedya Panjaitan kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, mendapat perhatian dari Ketua DPC PDIP Solo sekaligus orang dekat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, FX Hadi Rudyatmo.

Pria yang akrab disapa Rudy tersebut membela mati-matian Ganjar. Dia membantah ucapan Trimedya yang menuding Ganjar tidak menghargai Megawati. Ada beberapa catatan yang membuktikan bahwa Ganjar taat dan menghargai Ketua Umum PDIP itu.

"Enggak lah. Pak Ganjar ini sangat-sangat menghargai ibu ketua umum, ibu Hj Megawati Soekarnoputri," kata Rudy, saat ditemui merdeka.com di rumahnya, Kamis (2/6).

Mantan Wali Kota Solo itu mencontohkan sikap taat dan tunduk kepada Megawati pada saat pertama kali munculnya isu pencapresan Ganjar beberapa waktu sebelumnya. Kepada Megawati, Ganjar tegas menyampaikan bahwa dirinya hanya kader partai.

"Contohnya ketika beliau diminta keterangan, apakah mau nyalon presiden dan sebagainya. Beliau juga tegas menyampaikan bahwa saya ini kader partai. Taat dan patuh pada ketua umum partai. Itu yang disampaikan Pak Ganjar," tutur Rudy.

Terkait tudingan Ganjar tidak berprestasi selama delapan tahun menjadi gubernur maupun anggota dewan, Rudy pun meminta Trimedya membuka data. Apalagi Ganjar terpilih menjadi gubernur selama dua periode.

"Kalau prestasi, Pak Ganjar itu pernah jadi ketua komisi di DPR RI. Kalau enggak punya prestasi kan enggak bakalan jadi gubernur dua kali. Itu saja indikatornya seperti itu," bebernya.

Rudy juga meminta masyarakat tidak membandingkannya dengan struktur partai. Karena Ganjar berangkat dari Badan Pendidikan dan Pelatihan (badiklat) hingga menjadi anggota DPR RI. Kemudian ditugasi oleh ketua umum menjadi gubernur melawan incumbent. Jika Ganjar tidak dicintai rakyat dan mendapat dukungan struktur partai, tidak mungkin menang.

"Pada pencalonan yang kedua tahun 2018, kalau tidak punya prestasi, ketua umum kan tidak mungkin menugaskan kadernya untuk menjadi gubernur yang kedua kali," tandasnya.

Sebagai mantan wali kota, Rudy menilai kepemimpinan Ganjar di Jawa Tengah cukup berhasil. Dia tak menampik jika ada kenaikan angka kemiskinan. Hal tersebut menurutnya, diakibatkan adanya pandemi Covid-19. Namun saat periode pertama 2013-2018, angka kemiskinan bisa dikurangi.

"Dilihat saja to, indikatornya ada semua. Berhasil atau tidaknya kepala daerah itu dari sisi kesehatan, pendidikan dan kemiskinan," ucap dia.

Dia mencontohkan, kalau warga miskin berobat gratis, bisa dikatakan ada keberpihakan pada rakyat. Demikian juga dari sisi pendidikan untuk SMA yang digratiskan bagi warga kurang mampu.

"Keberpihakan kepada rakyatnya menurut saya sudah kelihatan," tandasnya.

Dalam pernyataannya, Trimedya juga menuding Ganjar terlalu gamblang menampilkan syahwat politik dengan melakukan sejumlah safari ke berbagai wilayah di Indonesia belakangan ini. Di antaranya ke Papua, Medan, Makassar.

"Kalau Pak Ganjar dituduh safari ke sana ke mari, kan Pak Ganjar itu selain gubernur juga ketua Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada). Kalau beliau diundang ke Sumatera, Makasar dan lainnya pasti ada kegiatan, pelantikan atau apa. Dilihat saja undangannya apa. Kalau ke Papua, ini kan memberikan motivasi untuk atlet PON," jelasnya.

Rudy juga membantah jika selama ini Ganjar lebih sering main media sosial (medsos). Menurut Rudy, apa yang dilakukan Ganjar sudah tepat. Saat ini medsos menjadi kebutuhan penting bagi kepala daerah. Selain untuk bersosialisasi, medsos juga dimanfaatkan untuk berkomunikasi, rapat hingga laporan kinerja. Apalagi saat pandemi Covid-19, kehadiran medsos sangat vital.

"Gubernur ini kan tidak mungkin bisa menjangkau pelayanan 35 kota/kabupaten. Karena ada peralatan yang canggih maka kehadiran medsos menjadi solusi yang tepat digunakan saat pandemi. Meeting bisa dengan zoom, informasi bisa melalui instagram, twitter, facebook. Ini menurut saya hal yang wajar," imbuh Rudy.

Menurut Rudy, penggunaan media sosial juga dilakukan oleh kepengurusan partai dari tingkat paling bawah hingga DPP. Di mana setiap kegiatan yang dilakukan dibawah harus diunggah ke DPP partai.

"Menggunakan medsos ini sangat efektif dan efisien. Sangat diperlukan di jaman sekarang, karena eranya sudah berbeda kok," pungkas Rudy.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
TPN Ganjar Kritik Penghargaan Jenderal Bintang 4 Prabowo: Sulit Dibantah Dukungan Jokowi di Pilpres 2024
TPN Ganjar Kritik Penghargaan Jenderal Bintang 4 Prabowo: Sulit Dibantah Dukungan Jokowi di Pilpres 2024

Deputi Inklusi TPN Ganjar-Mahfud Jaleswari Pramodhawardani menyoroti penghargaan pangkat Jenderal 4 untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Baca Selengkapnya
Ini Jagoan Gerindra Buat Pilkada DKI Jakarta 2024
Ini Jagoan Gerindra Buat Pilkada DKI Jakarta 2024

Sejumlah partai politik mulai memunculkan nama-nama yang digadang-gadang maju Pilkada DKI.

Baca Selengkapnya
Selama Debat Ketiga Pilpres 2024, Prabowo Tiga Kali Setuju dengan Pernyataan Ganjar
Selama Debat Ketiga Pilpres 2024, Prabowo Tiga Kali Setuju dengan Pernyataan Ganjar

Menurut dia, pendapat mantan Gubernur Jawa Tengah itu masuk akal, bukan hanya ngomong doang.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Sinyal Pertemuan Prabowo - Megawati Semakin Kuat, Waketum Gerindra Ungkap Pesan Ini
Sinyal Pertemuan Prabowo - Megawati Semakin Kuat, Waketum Gerindra Ungkap Pesan Ini

Sinyal pertemuan itu juga semakin diperkuat, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman yang menyebut pertemuan itu akan terjadi tidak lama lagi.

Baca Selengkapnya
Cagub DKI Jakarta Ditentukan Prabowo, Tak Mesti Kader Gerindra
Cagub DKI Jakarta Ditentukan Prabowo, Tak Mesti Kader Gerindra

Partai Gerindra tidak mengharuskan kadernya untuk maju sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.

Baca Selengkapnya
Berkali-kali Minta Jateng Dijaga, Ini Potret Hasil Survei Ganjar di 'Kandang Banteng'
Berkali-kali Minta Jateng Dijaga, Ini Potret Hasil Survei Ganjar di 'Kandang Banteng'

Ganjar Pranowo menyampaikan Jawa Tengah (Jateng) yang menjadi lumbung suara PDIP di Pilpres 2024 harus dijaga

Baca Selengkapnya
Gerindra Pertimbangkan Ridwan Kamil Maju Pilgub Jakarta
Gerindra Pertimbangkan Ridwan Kamil Maju Pilgub Jakarta

Muzani mengakui pihaknya turut mempertimbangkan nama mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk diusung maju di Pilkada Jakarta.

Baca Selengkapnya
Tak Semua Menteri PDIP Hadiri Pelantikan AHY, Begini Kata MenPAN Azwar Anas
Tak Semua Menteri PDIP Hadiri Pelantikan AHY, Begini Kata MenPAN Azwar Anas

Azwar Anas enggan menanggapi lebih jauh terkait pandangan PDIP.

Baca Selengkapnya
Ganjar Tak Kaget Maruarar Sirait Keluar PDIP & Ikut Jokowi: Pas Debat Capres Anaknya di Kelompok Sebelah
Ganjar Tak Kaget Maruarar Sirait Keluar PDIP & Ikut Jokowi: Pas Debat Capres Anaknya di Kelompok Sebelah

Ganjar tak mempermasalahkan sikap politik Maruarar yang berubah.

Baca Selengkapnya