Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fokus menangkan Jokowi, Relawan Sumsel Bersatu buat timsus di 17 kabupaten/kota

Fokus menangkan Jokowi, Relawan Sumsel Bersatu buat timsus di 17 kabupaten/kota relawan sumsel bersatu rapat pembentukan timsus jokowi-maruf. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Relawan Sumsel Bersatu bertekad untuk memenangkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Tekad itu dibuktikan dengan membentuk Tim Khusus (Timsus) pemenangan di 17 kabupaten/kota. RSB melatih pimpinan timsus ini pada Jumat 26 Oktober di Posko Pemenangan Sumsel Bersatu, di Jalan Basuki Rahmat, Kota Palembang.

Sahrun Sobri, Ketua Timsus Relawan Sumsel Bersatu tingkat provinsi mengatakan, pembentukan Timsus di 17 kab/kota tersebut merupakan langkah serius mereka untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Sumsel pada Pilpres 2019 nanti. Karena mereka ingin kembali dipimpin oleh presiden yang merakyat, yang bekerja sepenuh hati, terbukti hasil kerjanya nyata.

"Kami tidak main-main, Jokowi-Ma'ruf Amin harus menang di Sumsel. Makanya, kami bentuk timsus di masing-masing Kab/Kota di Sumsel. Karena kami ingin pasangan nomor urut 01 ini menang di semua wilayah yang ada di Sumsel," kata Sahrun kepada Wartawan usai pelaksanaan bimtek, disampaikan dalam siaran pers.

Sahrun menambahkan, nantinya timsus itu akan bekerja di level akal rumput. Mereka akan bekerja di seluruh TPS se-Sumsel dan akan fokus mengorganisir semua potensi kekuatan pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Jangan lupa, di Pilpres 2019 ini kekuatan politik besar di Sumsel telah bersatu. Kubu pendukung Herman Deru - Mawardi Yahya dan kubu Dodi Reza Akex Noerdin - Giri Kiemas tergabung dalam satu tujuan, yakni memenangkan Jokowi-Ma'ruf," pungkasnya.

Sementara itu Ahmad Fadhil, salah seorang yang hadir dalam bimbingan teknis timsus menerangkan, pembekalan yang disampaikan telah membuka mata dan pikirannya bahwa memang Jokowi sudah seharusnya terus memimpin negara ini di periode berikutnya. Selama empat tahun memimpin, banyak sekali yang sudah dilakukan dan sukses.

"Tadi jelas sekali data yang kami pelajari. Angka kemiskinan menurun, dari 10,86 persen pada Maret 2016 turun menjadi 10,64 persen pada Maret 2017, kemudian turun menjadi 9,82 persen pada Maret 2018. Itu ternyata terendah sejak reformasi," ujarnya.

Fadhil juga menyatakan, angka ketimpangan atau gini rasio menurun. Dari 0,393 pada Maret 2017 turun menjadi 0,389 pada Maret 2018. "Yang paling fenomenal adalah turunnya angka pengangguran. Dari 6,33 persen pada Februari 2017 menjadi 5,13 persen pada Februari 2018. Itu semua prestasi yang nyata. Jadi memang sebaiknya kita kembali memilih Pak Jokowi untuk memimpin kita satu periode lagi," tutupnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP