Fadli Zon: Asal Muasal DPT Pemilu Bersamalah Ada di Kemendagri

Sabtu, 29 Desember 2018 02:03 Reporter : Sania Mashabi
Fadli Zon: Asal Muasal DPT Pemilu Bersamalah Ada di Kemendagri Fadli Zon. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Anggota Dewan Pengarah capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Fadli Zon mengatakan, pihaknya kembali menemukan masalah dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Kata dia, setidaknya ada lima juta daftar pemilih yang bermasalah.

"Di Jawa Timur saja baru disisir nih terakhir setelah tanggal 17 Desember masih ada lima juta DPT bermasalah. Yaitu DPT ganda, DPT invalid dan sebagainya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/12).

Fadli menjelaskan, permasalahan data ini terbawa dari data lama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun beberapa masalah pada data lama itu masuk pada DPTHP-2 yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Asal muasalnya dari Kemendagri ini, seperti data sampah yang kemudian sampai sekarang terbawa. Jadi kita akan meminta kepada KPU untuk menyisir kembali dari temuan-temuan ini," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini khawatir masalah DPT akan memicu penggelembungan suara. Karena itu, dia meminta KPU menyelesaikan rentetan masalah dalam DPT tersebut.

"Kalau di Jatim saja bisa lima juta bagaimana di daerah lain? Data-data yang bermasalah ini. Ini kan modus kecurangan untuk penggelembungan suara dan lain-lain," ucapnya.

Diketahui, KPU menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih tetap Hasil Penyempurnaan Tahap Kedua. Hasilnya, sebanyak 192 juta tercatat sebagai pemilih tetap di Pemilu 2019.

"Jadi 190 juta tercatat sebagai pemilih dalam negeri, dan 2 juta sebagai pemilih luar negeri di Pemilu 2019," kata Komisioner KPU RI Viryan Aziz di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (15/12). [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini